KOLEKSI BUKU: HADITS MUTTAFAQ ALAIHI

Desember 16, 2017 pukul 6:54 am | Ditulis dalam Buku | Tinggalkan komentar
Tag: , , , ,

Dosa Orang Yang Berdusta Atas Nama Rasulullah Saw. Dan Meriwayatkan Hadis Palsu Tanpa Menjelaskannya (HR. Bukhari 3/38)

Cinta_Sunnah_Kitab_Hadits_Shohih

Yang dimaksud hadits muttafaq alaihi adalah hadits yang disepakati oleh imam Bukhari dan imam Muslim. Hal ini berbeda dengan istilah yang dipergunakan oleh Syaukani dalam bukunya Nailul Authar, bahwa yang dimaksud muttafaq alaihi adalah hadits yang disepakati oleh tiga imam, yaitu imam Bukhari, imam Muslim dan imam Ahmad bin Hanbal.

Continue Reading KOLEKSI BUKU: HADITS MUTTAFAQ ALAIHI…

Iklan

KOLEKSI BUKU: HADITS TASAWUL DALAM DOA

April 11, 2018 pukul 10:23 am | Ditulis dalam Buku | Tinggalkan komentar
Tag: , , , ,

Salah satu tawasul atau mediator dalam berdoa yang disepakati umat adalah dengan amal saleh, yakni seseorang menyebutkan amal saleh kemudian menyebutkan permohonan-nya kepada Allah swt.

Oleh sebab itu agar berhati-hati menilai orang lain ketika menyaksikan para peziarah kubur saat mereka seakan-akan berdialoq dengan penghuni kubur. Boleh jadi anggapan seperti itu tidak benar, karena yang mereka ucapkan tidak lebih mengapresiasi rasa cinta, khususnya kepada orang-orang yang dianggap suci dan memiliki maqam, dan manzilah di sisi Allah swt.

Bisa jadi bacaan surat al-Fatihah, surat Yasin dan surat lainnya bukanlah “transfer pahala” namun bagian dari tawasul dengan amal kebaikan berupa bacaan surat sebelum doa inti kepada Allah swt.

Continue Reading KOLEKSI BUKU: HADITS TASAWUL DALAM DOA…

KOLEKSI BUKU: HADITS ETIKA BERDOA

Maret 29, 2018 pukul 7:46 pm | Ditulis dalam Buku | Tinggalkan komentar

Dambaan setiap muslim adalah terkabulnya doa yang dimunajatkan kepada Allah swt. Maka setidaknya ia harus memenuhi persyaratan dan tata krama dalam berdoa sebagaimana yang digariskan Allah dan Rasul-Nya.

Berangkat dari esensi di atas, sangat banyak ditemukan orang yang berdoa yang belum sesuai dengan rambu-rambu agama. Bukannya Allah pelit untuk mengijabahi permintaan hambaNya, melainkan manusia yang harus istrospeksi terhadap dirinya, apakah yang dimunajatkan kepada Allah swt. akan berdampak kemaslahatan, atau justru akan mendatangkan kemudharatan?

Manusia sering tidak menyadari, bahwa belum tentu apa yang dianggap baik menurut nalarnya, akan berdampak keberkahan untuk kehidupannya, apalagi untuk akhiratnya. Banyak hal yang membuat terhalangnya doa yang dimunajatkan namun ia tidak menyadarinya.

Maka dengan paparan ini diharapkan setiap yang memohon kepada Allah agar dapat mencermati, kapan idealnya bermunajat kepada Allah, dimana tempat-tempat yang mustajab, doa siapa saja yang perlu diwaspadai sehingga seseorang yang berdoa menyadari bahwa dirinya sedang beribadah kepada Allah swt.

Jika seluruh doa yang teramaktub dalam Al-Qur’an sudah penulis himpun dalam buku “Hadits Doa Ma’tsur Dalam Haji dan Umrah”, maka pada buku ini penulis hanya menghimpun doa-doa masalah (permohonan) dari hadits-hadits Rasulullah saw.

Dengan demikian penulis tidak mencantumkan doa-doa ibadah seperti doa bangun tidur, masuk kamar kecil, sehabis wudhu dan lainnya.

Sistematika buku ini memaparkan pendahuluan, (1) definisi doa, (2) keutamaan doa, (3) kategori doa, (4) syarat doa, (5) tata krama doa, (6) doa orang yang mustajab, (7) waktu mustajab, (8) tempat mustajab, (9) penghalang terkabulnya doa, (10) beberapa kekeliruan dalam berdoa, (11) makna terkabulnya doa, (12) himpunan doa ma’tsur, dan penutup.

INFAQ TUNAI Rp 51.000,00

Capture_etikaberdoa4

KOLEKSI BUKU: HARI RAYA JUM’AT (Idul Fitri & Idul Adha)

Maret 20, 2018 pukul 12:44 pm | Ditulis dalam Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

Dalam menghadapi rutinitas hari Jum’at jarang umat Islam merasakan nikmatnya berhari raya sebagaimana hari raya Fitri atau Adha, padahal kekhususan dan keutamaannya sangat istimewa, bahkan hukumnyapun melebihi dari hari raya lainnya.

Itulah sebabnya diperlukan panduan khusus terkait etika dan tata kramanya agar kemuliaan yang terkandung di hari raya Jum’at dapat dinikmati oleh setiap muslim yang setia dalam menjalani ketaatannya kepada Tuhannya.

Penulis mencoba melakukan kajian dari berbagai aspeknya, walaupun tentu masih jauh dari sempurna, setidaknya apa yang selama ini dipermasalahkan oleh umat dapat dipaparkan dalam buku ini, tentunya belum sampai menjawab bagaimana prosesi berhari raya di luar angkasa, dan sejenisnya.

Beberapa masalah tidak penulis paparkan secara detail, karena penulis telah memaparkannya dalam kajian secara mandiri, misalnya kapan masbuq mendapatkan rakaat bersama imam sehingga dia cukup menambah kekurangannya, bagaimana jika hari raya Jum’at bersamaan dengan hari raya Fitri atau Adha? Bagaimana rincian tata krama shalat Jum’at dari takbiratul ihram sampai salam, dan beberapa masalah lain yang sudah penulis bukukan secara mandiri.

Berikut penulis jabarkan dalam buku ini,

1. Pengertian Shalat Jum’at
2. Sejarah Disyariatkan Shalat Jum’at
3. Hukum Shalat Jum’at
4. Etika Menghadiri Shalat Jum’at
5. Syarat Shalat Jum’at
6. Waktu Shalat Jum’at
7. Bacaan Imam di Shalat Subuh Hari Jum’at
8. Shalat Sunah Intidzar (Menunggu Khotib Naik Mimbar)
9. Adzan Jum’at-
10. Khotbah Jum’at-
11. Tata Cara Shalat Jum’at-
12. Masbuq Dalam Shalat Jum’at-
13. Shalat Qabliyah dan Ba’diyah Jum’at-
14. Wanita Mengikuti Shalat Jum’at-
15. Sanksi Yang Meninggalkan Shalat Jum’at-
16. Keutamaan Hari Jum’at dan Shalat Jum’at
17. Amalan-amalan di hari Jum’at-
18. Hari Jum’at Bertepatan Dengan Hari Raya
19. Musafir di Hari Jum’at
20. Menjama’ Shalat Jum’at Dengan Ashar
21. Shalat Jum’at di Beberapa Tempat

Infaq tunai Rp 56.000,00

KOLEKSI BUKU: HADITS TERHIMPUNNYA DUA HARI RAYA

Maret 19, 2018 pukul 4:51 pm | Ditulis dalam Buku | Tinggalkan komentar

Kita sering menjumpai peristiwa terhimpunnya dua hari raya, yakni hari raya Fitri atau Adha yang bersamaan dengan hari Jum’at. Lalu orang-orang yang terkena kewajiban shalat Jum’at bertanya-tanya, apakah kami masih diwajibkan melaksanakan shalat Jum’at?

Continue Reading KOLEKSI BUKU: HADITS TERHIMPUNNYA DUA HARI RAYA…

KOLEKSI BUKU: QIYAMU RAMADHAN

Februari 27, 2018 pukul 10:42 am | Ditulis dalam Buku | Tinggalkan komentar
Tag: , , , , ,

Seiring dengan hadirnya bulan suci Ramadhan, masyarakat muslim sangat bangga menyambut kedatangannya, bahkan ada yang menandai tradisi megengan, untuk mengingatkan besuk memulai menahan makan, minum dan semua bentuk perbuatan yang dapat menggugurkan puasanya. Salah satu syariat yang tak mungkin dilupakan adalah melaksanakan shalat malam di bulan Ramadhan.

Fenomena di Indonesia walaupun terjadinya perbedaan tata cara dan hitungan dalam melaksanakan shalat malam di bulan Ramadhan cukup kondusif, tidak saling menyalahkan. Mereka yang berpedoman sebelas rakaat berkenan menjadi makmum imam yang dua puluh tiga rakaat, begitu pula sebaliknya.

Hal ini tentunya berbeda dengan yang berfaham hitungan tertentu, bahkan tidak membenarkan jika dilakukan penambahan dari apa-apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw. Maka tulisan ini mudah-mudahan dapat membantu untuk memahami permasalahannya seca proporsional.

Di sisi lain munculnya selebaran yang melaksanakan shalat malam yang 11 rakaat barulah melaksanakan shalat witir saja, bukan shalat malam sehingga mengundang pertanyaan banyak teman bagaimana yang sebenarnya.
Kemudian muncul pula shalat malam sebanyak tiga belas rakaat, mereka juga mempertanyakan bagaimana tata caranya, apakah shalat iftitah-nya berjamaah atau tidak.

Semoga tulisan ini dapat menjembatani berbagai pemikiran yang berkembang di masyarakat. Amin

INFAQ TUNAI Rp 38.000,00

capture_Ramadhan

KOLEKSI BUKU: HADITS RU’YAT HILAL

Februari 21, 2018 pukul 11:08 am | Ditulis dalam Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

Penulis punya pengalaman yang menarik, ketika diminta ceramah di sebuah komunitas, mereka tampaknya sudah kehilangan kepercayaan terhadap lembaga organisasinya bahkan terhadap keputusan yang memiliki otoritas menentukan kapan memulai puasa Ramadhan dan mengakhirinya, akhirnya mereka memutuskan untuk meru’yat sendiri.

Ketika penulis bertanya, dimana kalian akan meru’yat hilal? Mereka menjawab di tanah lapangan sepak bola? Penulis hanya tersenyum lantaran ketidak fahamannya. Padahal seseorang meru’yat hilal seharusnya di lokasi yang stategis, didukung faktor cuaca dan lainnya, syukur jika dibantu dengan teknologi yang canggih, minimal mengetahui posisi hilal tersebut.

Di Indonesia terjadi dikotomi, antara ru’yat dan hisab, sehingga kedua kelompok ini rawan dijadikan tidak mesra kalau bukan istilah adu domba, dengan adanya tuduhan miring yang memecah belah umat, tidak menghendaki kesatuan dan sebagainya. Padahal keduanya memiliki argumentasi yang sama, yakni perintah meru’yat hilal untuk memulai dan mengakhiri puasa Ramadhan. Yang membedakan hanya manhaj-nya, substansinya sama, bagaimana meyakini datangnya awal Ramadhan dan akhir Ramadhan.

Belum lagi terjadinya perbedaan mathla’ yang digunakan, apakah menggunakan mathla’ global atau mathla’ lokal, padahal Saudi Arabia yang konan dijadikan sentral mathla’ internasional tetap menggunakan mathla’ lokal. Anehnya hadits yang dipergunakan mereka yang berpaham mathla’ global justru menggunakan ru’yatnya penduduk Makkah, bukan ru’yatnya penduduk Madinah, atau penduduk Jedah dan sebagainya? Ini bukan lagi ru’yat lokal, melainkan ru’yat ranting lokal.
Dengan adanya sama-sama menggunakan mathla’ lokal mayoritas penduduk Indonesia dan penduduk Saudi, maka hasil ru’yat hilal bisa sama bisa berbeda. Jika di Saudi ketinggian derajat sudah mencapai tujuh derajat misalnya, insya Allah di hari yang sama penduduk Indonesia juga dapat meru’yat hilal, sehingga ada kesamaan tanggal antara Saudi dan Indonesia. Namun jika ketinggian di Saudi hanya sekitar 2 derajat, hampir dipastikan penduduk Indonesia tidak dapat meru’yat hilal. Dengan demikian esuknya penduduk Saudi sudah berhari raya sementara penduduk Indonesia masih harus istikmal 30 hari. Hari rayanya bukan besuk melainkan lusa.

Begitulah sunnatullah, sehingga orang yang memiliki kedalam ilmu tidak akan menyalahkan temannya, mana mungkin hari raya Fitri koq tanggal 2 Syawal? Hari raya Adha koq tanggal 11 Dzul Hijah atau hari pertama Tasyriq?!.
Semoga buku ini dapat menambah wawasan setiap muslim yang pada akhirnya memahami madzhab temannya dan pandai-pandai menghormatinya.

INFAQ TUNAI Rp 39.000,00

Capture._RU'YATJPG

KOLEKSI BUKU: HADITS BASMALAH

Februari 21, 2018 pukul 11:04 am | Ditulis dalam Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

انَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَ نَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَ سَيِّآتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَ مَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ وَ نُصَلِّى وَ نُسَلِّمُ عَلَى رَسُوْلِهِ الْكَرِيْمِ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

Sewaktu penulis dipercayai untuk mengisi khotbah dan mengimami shalat Jum’at di suatu masjid. Tiba-tiba serombangan bus travel ikut berjamaah di masjid tersebut.

Ketika usai shalat, jamaah rombongan tersebut secara berjama’ah melaksanakan shalat dua rakaat. Penulis memahami jika mereka mungkin ingin menjama’ dengan shalat Ashar, dalam kapasitas mereka sebagai musafir. Namun, setelah selesai shalat dua rakaat, lalu mereka shalat lagi dua rakaat secara berjamaah. Penulispun berbaik sangka mungkin mereka termasuk kelompok Shiddiqiyah yang berkeyakinan shalat Jum’at tidak dapat menggugurkan kewajiban shalat Dhuhur.
Setelah diskusi barulah penulis memahami, mereka mengulang shalat Jum’at karena penulis waktu itu tidak mengeraskan basmalah, oleh mereka shalat Jum’at tersebut dinilai batal.

Continue Reading KOLEKSI BUKU: HADITS BASMALAH…

KOLEKSI BUKU: HADITS SYAFAAT

Februari 11, 2018 pukul 9:48 am | Ditulis dalam Buku | Tinggalkan komentar
Tag: , , ,

Sebelum datangnya kelompok pemikir rasional Mu’tazilah dan hizib sejenisnya, kita tidak pernah mendengar seorangpun yang mengingkari adanya syafaat di hari akhirat. Hal ini sama sekali tidak menafikan urgennya pemikiran dalam kajian keislaman.

Semestinya dibedakan terlebih dahulu, apakah diskusus keagamaan itu masuk ranah teks kauniyah atau tauqifiyah. Jika pada kajian teks kauniyah, maka porsi intelektual sangat dominan untuk dapat menemukan maghza yang tersirat di balik teks-teks suci tersebut, namun jika kajian keislaman itu masuk dalam kategori aqidah, semestinya informasi-informasi wahyu yang harus dijadikan pijakan utama, yakni penjelasan Rasulullah saw. sebagai penerima wahyu Al-Qur’an yang harus dikedepankan, bukan rasio.

Tulisan ini difokuskan pada syafaat akhirat, bukan syafaat dunia, wilayahnya problem kegaiban yang terlalu sulit didekati dengan nalar, dan definisinyapun bukan berarti “pertolongan” layaknya syafaat duniawi, oleh sebab itu permasalahannya masuk ranah tauqifiyah, bukan kauniyah.

Continue Reading KOLEKSI BUKU: HADITS SYAFAAT…

KOLEKSI BUKU: HADITS SHOLAT TASBIH

Februari 3, 2018 pukul 2:21 pm | Ditulis dalam Buku | Tinggalkan komentar
Tag: , , , , , , ,

Pro dan kontra penulis temukan dalam kajian shalat Tasbih. Baik yang men-tashih maupun yang menilainya maudhu’ (palsu) memiliki argumentasi yang mumpuni. Mereka adalah para pakar dalam bidang ilmu hadits. Jika Abu Dawud dan lainnya menilainya shahih, maka Ibnu Taimiyah dan lainnya berpendapat sebaliknya.

Penulis merasa beruntung, karena telah banyak memiliki koleksi karya ulama yang membukukan hadits-hadits khusus shalat Tasbih secara mandiri, bahkan di antara manuskripnya telah diterbitkan, seperti karya Khatib Bagdadi yang diverifikasi Abu Ubaidillah Firas bin Khalil Masy’al.

Manuskrip ini terdapat di perpustakaan Universitas Islam Madinah, copy-an dari perpustakaan Dhahiriyah.

Ibnu Hajar al-Asqalani juga memiliki kajian khusus terkait dengan jawaban hadits-hadits Misykat yang tergugat, dan tulisannya telah dicetak bersama kitab aslinya.

Buku lain yang tidak kalah pentingnya adalah karya Ibnu Nashiruddin al-Dimasqi, yang telah diverifikasi Mahmud Sa’id Mamduh dan diterbitkan Dar Bassyar al-Islamiyah, serta berbagai referenis hadits-hadits pokok yang sangat membantu dalam menyelesaikan buku ini.

Sistematika buku ini terdiri definisi shalat Tasbih, sebab penamaan shalat Tasbih, keutamaan shalat tasbih, kajian hadits shalat Tasbih, hukum shalat Tasbih, waktu pelaksanaan shalat Tasbih, tata cara shalat Tasbih, bacaan dalam shalat Tasbih, shalat Tasbih berjamaah, syubuhat sekitar hadits shalat Tasbih dan jawabannya, penyusun buku shalat Tasbih, dan penutup

Capture_tasbih

Infaq Tunai Rp 42.500,00

KOLEKSI BUKU: KONTRADIKSI AL’QURAN VERSUS HADITS

Januari 18, 2018 pukul 11:36 am | Ditulis dalam Buku | Tinggalkan komentar
Tag: , , , ,

Ketika komunitas penggemar kajian hadits mempunyai komitmen bahwa semua hadits yang ada dalam Shahih Bukhari dan Muslim telah sepakat dapat diterima dan diamalkan, ternyata digugat oleh beberapa sarjana muslim.

Yang mereka pertanyakan bukan pada sisi otentisitasnya, melainkan pada aspek validitasnya. Ada yang melihat tidak rasional, ada juga yang menilai tidak singkron dengan kesetaraan gender, ada juga yang berpandangan sangat paradok dengan konsep keadilan yang selama ini dijunjung tinggi dalam syariat Islam itu sendiri, dan lainnya.

Sebagian mereka ada yang menilai cacat aspek validitas karena dianggap kontradiksi dengan Al-Qur’an. Katanya, jika sebuah hadits yang diriwayatkan oleh perawi tsiqah (kredibel dan cermat dalam hafalannya), lalu berseberangan dengan periwayatan orang yang lebih tsiqah harus ditolak, maka bagaimana jika bertentangan dengan Al-Qur’an?

Berangkat dari manhaj (pola fikir) seperti ini maka mereka mendapatkan kejanggalan-kejanggalan terhadap hadits-hadits baik yang ada di Shahih Bukhari maupun di Shahih Muslim, sehingga tidak sedikit hadits yang mereka tinjau kembali akurasinya.

Continue Reading KOLEKSI BUKU: KONTRADIKSI AL’QURAN VERSUS HADITS…

Laman Berikutnya »


Entries dan komentar feeds.