Hadis: 0043: Sebaik-baik Shaf Shalat

Agustus 12, 2010 pukul 3:24 pm | Ditulis dalam SMS | Tinggalkan komentar

Hadis: 0043: Sebaik-baik Shaf Shalat

Turats Nabawi Center mempersembahkan SMS Dakwah Gratis
Terima kasih atas kunjungan Anda, setiap Jum’at kami hadir dengan kajian hadis terbaru, insya Allah.

Pertama, teks hadis: Khairu shufuf al-rijal awwaluha wa khairu shufuf al-nisa’ akhiruha.
Kedua, terjemahan: Sebaik-baik shaf shalat laki-laki adalah yang terdepan dan sebaik-baik shaf shalat perempuan adalah yang terbelakang.
Ketiga, status hadis: Hadis shahih.

Keempat, takhrij hadis: Hadits di atas diriwayatkan oleh 6 sahabat. Pertama, Abu Hurairah. Kedua, Abu Umamah. Ketiga, Fatimah binti Qais. Keempat, Ibn Abbas. Kelima, Anas. Dan keenam, Umar ibn Khattab. Hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah dikeluarkan Muslim, Abu Daud, Nasai, Ibn Majah, Abu Daud Thalalisi, Khumaidi, Darimi, dan Ibn Khuzaimah. Adapun hadits yang diriwayatkan Abu Umamah dikeluarkan Thabrani. Adapun hadits yang diriwayatkan Fatimah binti Qais dikeluarkan Ibn Adi, dan Harits. Adapun hadits yang diriwayatkan Ibn Abbas dikeluarkan Thabrani dalam al-Kabir, dan dalam al-Ausath. Adapun hadits yang diriwayatkan Anas dikeluarkan Baihaqi. Adapun hadits yang diriwayatkan Umar dikeluarkan Thabrani dalam al-Ausath.

Kelima, penjelasan hadits: Membaca hadits ini teringat ketika kita masih hidup bersama Rasulullah di masjid Nabawi. Kondisi masjid yang sederhana namun sangat bersahaja. Tidak ada tabir dan belum dibangun bersusun seperti dewasa ini. Paparan yang sedemikian ini disebut sya’nul wurud (kondisi riil saat Nabi menyampaikan sebuah pesan). Belum lagi pakaian yang digunakan oleh kebanyakan lelaki yang sampai tengah betis, sehingga pada pelaksanaan shalat jama’ah, ketika bangun untuk melaksanakan rakaat berikutnya, pihak wanita dinasehati oleh Rasulullah supaya tidak langsung ikut berdiri, melainkan memprediksikan kaum lelaki benar-benar telah berdiri tegak. Bila tidak, sangat rawan aurat laki-laki tampak oleh wanita yang beridiri di belakangnya. Tentu laki-laki yang berdiri pada shaf terdepan merasa aman dari terlihatnya aurat oleh kaum wanita. Hal itu tentu berbeda ketika seseorang berada pada shaf terbelakang, yang konsentrasinya akan terasa risih bila auratnya terlihat oleh wanita yang berdiri di belakangnya. Kekhusu’an mereka yang berdiri pada shaf terdepan tentu lebih sempurna ketimbang mereka yang berdirti pada shaf terbelakang. Seperti itu kebalikan yang terjadi pada wanita. Mereka tentu lebih nikmat berdiri pada shaf terbelakang daripada mereka berdiri pada shaf terdepan. Pemahaman seperti ini tentu akan berbeda sekiranya masjid direnofasi menjadi dua tingkat misalnya. Tingkat bawah diberuntukkan laki-laki dan tingkat kedua diberuntukkan untuk wanita. Masihkah shaf shalat wanita yang terbaik pada yang terbelakang? Atau kondisi masjid diberi sekat kain atau kayu, masihkah shaf shalat wanita yang terbaik pada yang terbelakang. Atau kondisi masjid diberi sekat dibelah dua, kiri dan kanan. Masihkah shaf shalat wanita yang terbaik pada yang terbelakang. Memberikan pemahaman seperti ini tidaklah mudah, ketika harus berhadapan dengan teman yang memahami hadits dengan pendekatan tekstual murni. Maka dalam kondiri perubahan masjid bagaimana pun, shaf shalat wanita yang terbaik tetap pada yang terbelakang.

Keenam, referensi: Lebih lanjut silakan merujuk referensi berikut ini: Maqasid: 208. Tamyiz: 74. Kasyf: 1/394. Asrar: 87. Muslim: 440. Abu Daud: 678. Nasai: 820. Ibn Majah: 1000. Abu Daud Thalalisi: 2408. Khumaidi: 1000. Darimi: 1268. Ibn Khuzaimah: 1693. Thabrani: 7692. Ibn Adi: 3/61. Harits: 150. Thabrani dalam al-Kabir: 11497, dan dalam al-Ausath: 2425. Baihaqi: 4971. Thabrani dalam al-Ausath: 493.

Dr. H. Zainuddin MZ, Lc. MA.
Blog: konsorsiumhadis.wordpress.com
Catatan: Mohon artikel ini diketuk tularkan kepada teman-teman.
(Pertama) teks hadits, (Kedua) terjemahan hadits, (Ketiga) status hadits dan (Kelima) penjelasan hadits adalah diperuntukkan masyarakat awam. Sedangkan (Keempat) takhrij hadits dan (Keenam) referensi adalah diperuntukkan para cendikiawan dan para pemerhati hadits.

Terima kasih atas kunjungan Anda, setiap Jum’at kami akan hadir dengan kajian hadis terbaru, insya Allah

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: