Hadis: 0064: Berpuasalah Biar Sehat

Februari 3, 2011 pukul 2:22 pm | Ditulis dalam SMS | 1 Komentar

Hadis: 0064: Berpuasalah Biar Sehat

Turats Nabawi Center mempersembahkan SMS Dakwah Gratis

Terima kasih atas kunjungan Anda, setiap Jum’at kami hadir dengan kajian hadis terbaru, insya Allah.

 

1. Teks hadis: Shumu tashihhu.

2. Terjemahan: Berpuasalah kalian agar kalian menjadi orang sehat.

3. Status hadis: Hadis dhaif.

4. Penjelasan hadits: Cirikhas bahasa wahyu kebenarannya adalah mutlak, relevan pada saat disampaikan oleh Nabi sampai zaman sekarang bahkan sampai hari akhirat nanti. Kebenarannya dari berbagai sisi, tidak isidental atau hanya benar pada satu sisi namun tidak benar pada sisi lainnya. Apabila karakteristik seperti ini dijadikan acuan untuk meneliti teks hadits, maka akan tampak kekeliruan hadits di atas. Memang satu sisi tidak disangsikan bahwa terapi puasa dapat dijadikan media untuk kesehatan, namun apakah terapi seperti ini cocok untuk setiap kondisi manusia. Bisa jadi orang yang berpotensi penyakit maaq yang akut justru akan berdampak bahaya bila ia menggunakan terapi puasa sebagai medianya. Artinya terapi puasa pada satu sisi memang memilki khasiat kesehatan yang luar biasa, namun pada sisi yang lain dapat membinasakan pelakunya. Disinilah perlunya dipertaruhkan apakah doktrin itu muncul dari lisan Rasulullah atau muncul dari orang yang memiliki pengalaman berpuasa yang dapat menyehatkan dirinya sendiri yang belum tentu tepat untuk orang lain. Oleh sebab itulah walaupun puasa Ramadhan diwajibkan kepada setiap insan muslim, namun bagi mereka yang memiliki potensi berbahaya apabila melakukannya, maka Allah tidak membebani yang bersangkutan untuk tetap wajib berpuasa, kepada yang bersangkutan diberikan berbagai alternatif sebagai pengganti puasanya.

 

5. Takhrij hadis: Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Hurairah yang dikeluarkan oleh Thabrani dalam Mu’jam Ausath, Abu Nu’aiam dalam Thibbi. Dari jalur Muhammad ibn Sulaiman ibn Abu Daud dari Zuhair ibn Muhammad dari Suhail ibn Abi Salih dari bapaknya dari Abu Hurairah. Thabrani menilai: Tidak ada seorang pun yang mengeluarkan dengan redaksi seperti ini kecuali Zuhair ibn Muhammad, dia perawi dhaif (lemah) bilamana murid-muridnya dari penduduk Syam, dan ini contohnya. Hadits ini juga dipergunakan imam Ghazali dalam bukunya Ihya’ Ulumuddin. Imam Zainuddin al-Iraqi dalam Takhrij Ihya’ Ulumuddin mengatakan: Hadits tersebut dikeluarkan Thabrani dalam al-Ausath dan Abu Nu’aim dalam Thibbi Nabawi dari riwayat Abu Hurairah dengan sanad (mata rantai perawi) yang lemah. Bahkan oleh imam al-Shan’ani hadits ini dinilai palsu. Dalam hal ini sangat kontradiksi dengan penilaian imam Mundziri dalam al-Targhib dan imam al-Haitsami dalam al-Majma’ yang menyatakan sanad (mata rantai perawi) hadits ini shahih. Penilaian yang kontradiksi di kalangan pemerhati hadits sering terjadi seperti ini. Seorang pengamat menilai shahih namun yang lain menilai dhaif bahkan palsu. Ternyata biangnya pada perawi yang bernama Zuhair ibn Muhammad, memang dia pribadi adalah perawi terpercaya, namun apabila digurui oleh penduduk Syam kondisinya sudah berubah sehingga kedudukannya pun jadi berubah. Maka seorang peneliti menurut kaidah yang disepakati seharusnya memahami apakah periwayatannya itu disampaikan saat dalam kondisi primanya, atau dalam kondisi yang membuat periwayatannya sulit untuk diterima. Seperti inilah kasus periwayatan Hisyam ibn Urwah ibn Zubair ibn Awwam al-Qurasyi dari bapaknya pada waktu meriwayatkan hadits usia pernikahan dini Aisyah. Ketika Urwah masih muda di Madinah memang periwayatannya cukup handal, namun ketika tua dan hijrah ke negeri Syam pemikirannya sudah berubah. Sehingga sulit untuk dikatakan haditsnya shahih. Untungnya periwayatan Hisyam ibn Urwah ada kesaksian periwayuatannya sehingga haditsnya masih berstatus shahih (hati-hati membaca tulisan para tokoh Qodyani yang banyak diakses dalam internet bahwa hadits itu dituduh palsu, padahal hadits itu tercantum dalam shahih Bukhari dan memiliki kesaksian periwayatan yang shahih). Sementara dalam periwayatan Zuhair ibn Muhammad tidak memiliki kesaksian periwayatan yang kuat. Memang dalam periwayatan Zuhair ibn Muhammad memiliki kesaksian periwayatan dari Ibn Abbas, yakni hadits “Berperanglah anda pasti dapat rampasan perang dan berpuasalah kalian pasti sehat” yang dikeluarkan Ibn Adi dengan jalur sanad Nashal dari Dhahhak dari Ibn Abbas. Sayangnya kesaksian periwayatan ini sangat lemah bahkan palsu, karena Nashal dinilai matruk (haditsnya harus ditinggalkan) dan Dhahhak tidak pernah berjumpa dengan Ibn Abbas (sanadnya terputus). Dengan penelitian yang lebih jeli akhirnya kita dapat menetapkan bahwa penilaian Mundziri dan Haitsami bahwa hadits di atas shahih perlu dikaji ulang.

 

6. Referensi: Lebih lanjut silakan merujuk referensi berikut ini: Thabrani dalam Mu’jam Ausath: 2/225/8477. Abu Nu’aiam dalam al-Iraqi dalam Takhrij Ihya’ Ulumuddin: 3/75, Thibbi: 24/1-2. Ibn Adi: 7/2521. Mundziri dalam al-Targhib: 2/60.

 

Catatan: Mohon artikel ini diketuk tularkan kepada teman-teman.

(Pertama) teks hadits, (Kedua) terjemahan hadits, (Ketiga) status hadits dan (Keempat) penjelasan hadits adalah diperuntukkan masyarakat awam. Sedangkan (Kelima) takhrij hadits dan (Keenam) referensi adalah diperuntukkan para cendikiawan dan para pemerhati hadits.

 

Dr. H. Zainuddin MZ, Lc. MA.

Blog: konsorsiumhadis.wordpress.com

 

Terima kasih atas kunjungan Anda, setiap Jum’at kami akan hadir dengan kajian hadis terbaru, insya Allah.

 

 

1 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Keliatannya keterangan diatas pendapat pribadi.Kalau boleh jg saya berpendapat, rasakan saja apa yg dialami oleh orang puasa, sehat apa malah sakit. Jadi orang sakit maag itu boleh jadi dulunya tkd memperhatikan puasa, jadi dia terserang penyakit. Anda kan tahu bhwa datang nya penyakit itu dari bahan makanan dan pola makan yg melebihi batas. Jadi saya meyakini bahwa hadits diatas adalah shohih.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: