Hadis: 0066: Kesetaraan Gender Dalam Hak Mencari Ilmu

Februari 16, 2011 pukul 11:19 pm | Ditulis dalam SMS | Tinggalkan komentar

Hadis: 0066: Kesetaraan Gender Dalam Hak Mencari Ilmu

Turats Nabawi Center mempersembahkan SMS Dakwah Gratis

Terima kasih atas kunjungan Anda, setiap Jum’at kami hadir dengan kajian hadis terbaru, insya Allah.

1. Teks hadis: Thalabul ilmi faridhatun ‘ala kulli muslimin.

2. Terjemahan: Mencari ilmu adalah wajib bagi setiap muslim.

3. Status hadis: Hadis shahih.

4. Penjelasan hadits: Mencari ilmu wajib bagi setiap muslim, tentu menyangkut baik jenis laki-laki maupun jenis perempuan. Kedua jenis makhluk Allah ini tidak dibedakan dalam hak untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Dengan demikian konsep thalabul ilmi ini mengandung makna kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan. Inilah keadilah syariat Ilahi, satu sisi antara laki-laki dan perempuan diberi hak yang sama, namun di berbagai syari’at nilai bagi keduanya dibedakan. Memang semua manusia diciptakan dari jiwa yang sama, namun harus disadari keduanya (laki-laki dan perempuan) juga diciptakan dengan memiliki kodrat yang berbeda. Maka sangat tidak benar apabila hak kesetaraan gender digeneralisasikan pada semua aspek kehidupan dan keagamaan. Dalam firman Allah yang berbunyi “Ya ayyuhal ladzina amanu” misalnya, selalu memiliki makna kesetaraan gender. Maka dalam contoh shalat Jum’at, Allah juga memulai panggilan ini dengan ya ayyuhal ladzina amanu. Sehingga tidak bisa diingkari bahwa syari’at Jum’at itu sama baik untuk laki-laki maupun perempuan. Namun nilai syari’at itulah yang dibedakan. Lewat penjelasan Rasulullah saw. akhirnya kita mengetahui bahwa nilai syari’at Jum’at bagi laki-laki hukumnya wajib sedangkan nilai syari’at Jum’at bagi perempuan adalah tidak wajib. Kita dapat membayangkan sekiranya wanita menuntut kesetaraan gender dalam hal kewajiban Jum’atan. Seusai wanita itu melahirkan dan setelah selesai masa nifasnya sekitar empat puluh hari ia diwajibkan berjumatan sebagaimana laki-laki. Maka pertanyaanya, apakah bayinya harus dibawa? Lantas ditaruh dimana bayinya itu. Apa tidak perlu membawa popoknya, termosnya, susunya, pempesnya. Sekiranya dititipkan di rumah biar dijaga pembantunya, bukankah pembantunya yang laki-laki dan perempuan juga diwajibkan Jum’atan? Maka berbahagialah, kepada kita diutus Rasulullah untuk memberikan interpretasi kehendak Tuhan, sehingga kedua teks (baik Al-Qur’an maupun hadits tersebut) tidak terbukti kontradiktif sebagaimana yang difahami oleh sebagian umat. Wallahu a’lam.

5. Takhrij hadis: Hadits ini diriwayatkan oleh 4 sahabat. Yaitu Anas ibn Malik, Ibn Abbas, Ibn Umar, dan Ali ibn Abi Thalib. Hadits yang diriwayatkan Anas ibn Malik dikeluarkan Ibn Adi, Ibn Abdil Bar, Baihaqi dalam Syiabil Iman, Ibn Asakir, Abu Ya’la, Thabrani dalam al-Ausath, Thabrani dalam al-Shaghir, Abu Nu’aim dalam Hilyah, Ismaili dalam Mu’jam Syuyukh, Qadha’i: 175 dan Bazzar. Hadits yang diriwayatkan Ibn Abbas dikeluarkan Thabrani dalam Mu’jam al-Ausath. Hadits yang diriwayatkan Ibn Umar dikeluarkan Rafi’I, Ibn Adi, dan Ibn Juma’i dalam Mu’jam Syuyukh. Hadits yang diriwayatkan Ali ibn Abi Thalib dikeluarkan oleh Khatib Baghdadi, dan Ibn Katsir. Bahkan dalam al-Jami’ al-Shaghir ada informasi tambahan bahwa hadits di atas juga diriwayatkan Abu Sa’id al-Khudri yang dikeluarkan Thabrani dalam al-Ausath, Baihaqi dalam Syu’abil iman, Tamam, Khatib al-Baghdadi, dan Ibn Asakir. Juga diriwayatkan Husain ibn Ali yang dikeluarkan Thabrani dalam al-Ausath, Dhiya’ al-Maqdisi, Khatib al-Baghdadi dan Ibn Najjar. Dan juga diriwayatkan oleh Ibn Mas’ud yang dikeluarkan Thabrani dalam Mu’jam al-Kabir, Thabrani dalam Mu’jam al-Ausath dan Ibn Asakir. Memang ada di antara hadits di atas dikeluarkan dengan sanad (mata rantai perawi)nya ada yang dhaif namun juga ada yang shahih. Maka bagi peneliti hadits yang hanya menemukan hadits tersebut dari referensi himpunan hadits dhaif bahkan palsu, maka secara parsial menyimpulkan hadits ini dhaif bahkan palsu. Namun apabila peneliti lebih lanjut melacak keberadaan hadits tersebut pada referensi yang lain akan menemukan bahwa hadits itu bisa meningkat menjadi hadits shahih. Benar, sekiranya hadits itu ada sisipan redaksi “Tuntutlah ilmu sampai kenegeri Cina, karena sesungguhnya menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim”. Adanya tambahan yang disisipkan itulah yang menjadi hadits itu benar-benar palsu sebagaimana yang telah penulis paparkan sebelumnya.

6. Referensi: Lebih lanjut silakan merujuk referensi berikut ini: Maqasid: 275. Tamyiz: 99. Kasyf: 2/43. Durar: 283. Jami’ Bayan al-Ilmi: 1/7. Maudhu’at: 1/215. La’ali: 1/193. Tanzih Syari’ah: 1/258. Fawaid li Karmani: 76. Fawaid li Syaukani: 272. Ibn Adi: 1/202. Ibn Abdil Bar: 1/7. Baihaqi dalam Syiabil Iman: 1665. Ibn Asakir: 52/341. Abu Ya’la: 2837. Thabrani dalam al-Ausath: 9. Thabrani dalam al-Shaghir: 22. Abu Nu’aim dalam Hilyah: 8/323. Ismaili dalam Mu’jam Syuyukh: 3/775. Qadha’i: 175. Bazzar: 94. Thabrani dalam Mu’jam al-Ausath: 4096. Rafi’i: 2/340. Ibn Adi: 1/179. Ibn Juma’i dalam Mu’jam Syuyukh: 177. Khatib Baghdadi: 1/407. Ibn Katsir: 43/12.

Catatan: Mohon artikel ini diketuk tularkan kepada teman-teman.

(Pertama) teks hadits, (Kedua) terjemahan hadits, (Ketiga) status hadits dan (Keempat) penjelasan hadits adalah diperuntukkan masyarakat awam. Sedangkan (Kelima) takhrij hadits dan (Keenam) referensi adalah diperuntukkan para cendikiawan dan para pemerhati hadits. Turats Nabawi Center merupakan lembaga yang secara khusus untuk menjadi pusat informasi dan studi hadits Nabi yang diharapkan kelak menjadi sebuah “konsorsium”.

Dr. H. Zainuddin MZ, Lc. MA.

Blog: konsorsiumhadis.wordpress.com

Terima kasih atas kunjungan Anda, setiap Jum’at kami akan hadir dengan kajian hadis terbaru, insya Allah.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: