Hadis: 0067: Panjang Usia Dengan Kebajikan

Februari 24, 2011 pukul 7:59 am | Ditulis dalam SMS | Tinggalkan komentar

Hadis: 0067: Panjang Usia Dengan Kebajikan

Turats Nabawi Center mempersembahkan SMS Dakwah Gratis
Terima kasih atas kunjungan Anda, setiap Jum’at kami hadir dengan kajian hadis terbaru, insya Allah.

1. Teks hadis: Tuba li man thala umruhu wa hasuna a’maluhu.
2. Terjemahan: Berbahagialah bagi orang yang berusia panjang dan berbuat kebajikan.
3. Status hadis: Hadis shahih.
4. Penjelasan hadits: Usia memang ada di tangan Tuhan, apabila kematian telah tiba maka tidak seorang pun dapat mengubahnya, baik mendahulukan sesaat maupun mengakhirkannya sesaat. Walaupun demikian setiap manusia pasti tidak dapat mengetahui kapan datangnya kematian itu sendiri. Maka kewajiban manusia adalah tetap berihtiyar semampu dirinya. Bahkan dalam tuntunan Rasulullah saw. seseorang boleh berdo’a (bagian dari ihtiyar) kiranya disembuhkan dari penyakit yang dideritanya, walaupun secara medis yang bersangkutan sudah ditarget kehidupannya tinggal beberapa saat. Bahkan Rasulullah saw. memberi pengharapan bagi orang yang ingin diperpanjang usianya dan dijembarkan rizkinya supaya ajeg melakukan silaturahim. Dalam hadits shahih yang lain seseorang yang terkena musibah diharapkan untuk tetap sabar, dan dilarang bercita-cita ingin mati, kecuali dalam kondisi darurat akhirnya Rasulullah juga yang mengajarkan doa kematian, itupun sekiranya berdampak positif bagi yang bersangkutan. Dalam hadits itu secara tegas Rasulullah saw. memberikan penalaran bahwa manusia itu tidak lebih dikodratkan menjadi dua macam. Mungkin ditakdirkan kaya atau miskin, mungkin ditakdirkan bahagia atau sengsara, mungkin ditaqdirkan sehat atau sakit. Pada akhirnya Rasulullah saw. bersabda: Sekiranya dia dalam kondisi sakit dan ia belum tobat, kemudian kematiannya ditunda, ia pun belum tobat, kemudian kematiannya ditunda lagi akhirnya ia tobat kemudian dia dimatikan oleh Allah, maka itu pertanda insan yang khusnul khatimah. Maka berbahagialah di antara kita yang sampai detik ini masih diberi usia panjang dan kehidupan ini dibekali dengan berbagai amal kebajian, semoga menjadi infestasi kebajikan yang akan dihadapkan ke haribaan Tuhannya. Kasihan di antara kita yang masih diberi usia panjang namun tidak mampu berbekal dengan kebajikan, jangan-jangan itulah tanda suul khatimah, na’udzu billah min dzalik. Penulis yakin ketiap kita yang harus bercermin diri sehingga harapan Rasulullah menjadi kenyataan dalam kehidupan kita. Amin.

5. Takhrij hadis: Hadits ini diriwayatkan oleh Abdullah ibn Yasar ra. yang dikeluarkan oleh Abu Nu’aim al-Asbahani dalam al-Hilyah, Al-Baghawi dalam al-Ja’diyat, Ibn Abi Ashim dalam al-Ahad wa al-Matsani, dan Al-Dailami. Hadits di atas merupakan potongan dari rangkaian hadits yang dinarasikan Abdullah ibn Yasar: Seorang Arab badui menghadap kepada Rasulullah saw. seraya berkata: Manusia mana yang paling mulia? Rasulullah saw. menjawab: Berbahagialah bagi orang yang berusia panjang dan berbuat kebajikan. Orang itu bertanya lagi: Wahai Rasulullah saw, amalan apa yang paling mulia? Rasulullah saw. menjawab: Anda meninggal dunia sedang lisan anda terhiasi dengan dzikir kepada Allah. Hr. Ahmad dan Turmudzi. Hadits di atas juga mempunyai kesaksian periwayatan dari Mu’adz ibn Jabal dan Abu Hurairah. Adapun periwayatan Mu’adz ibn Jabal dikeuarkan oleh Bukhari dalam Khalq Af’al Ibad, Ibn Hibban, Ibn Sunni dalam Amal al-Yaum wa al-Lailah, Bazzar, dan Thabrani dalam al-Kabir. Adapun riwayat Abu Hurairah dikeluarkan oleh Ibn Mubarak dalam al-Zuhud, namun sanad (mata rantai perawinya) lemah.

6. Referensi: Lebih lanjut silakan merujuk referensi berikut ini: Maqasid: 277. Tamyiz: 100. Kasyf: 2/46. Abu Nu’aim al-Asbahani dalam al-Hilyah: 6/111. Al-Baghawi dalam al-Ja’diyat: 3431. Ibn Abi Ashim dalam al-Ahad wa al-Matsani: 1356. Al-Dailami: 3925. Bukhari dalam Khalq Af’al Ibad: 80-81. Ibn Hibban: 2318. Ibn Sunni dalam Amal al-Yaum wa al-Lailah: 2. Bazzar: 294-295. Thabrani dalam al-Kabir: 20/107. Ibn Mubarak dalam al-Zuhud: 1340.

Catatan: Mohon artikel ini diketuk tularkan kepada teman-teman.
(Pertama) teks hadits, (Kedua) terjemahan hadits, (Ketiga) status hadits dan (Keempat) penjelasan hadits adalah diperuntukkan masyarakat awam. Sedangkan (Kelima) takhrij hadits dan (Keenam) referensi adalah diperuntukkan para cendikiawan dan para pemerhati hadits. Turats Nabawi Center merupakan lembaga yang secara khusus untuk menjadi pusat informasi dan studi hadits Nabi yang diharapkan kelak menjadi sebuah “konsorsium”.

Dr. H. Zainuddin MZ, Lc. MA.
Blog: konsorsiumhadis.wordpress.com

Terima kasih atas kunjungan Anda, setiap Jum’at kami akan hadir dengan kajian hadis terbaru, insya Allah.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: