Puasa Rajabiyah

April 19, 2011 pukul 2:38 pm | Ditulis dalam SMS | 1 Komentar

PUASA RAJABIYAH

Bulan Rajab bukan hanya ditandai dengan ritual shalat Raghaib melainkan juga ditandai dengan puasa Rajabiyah. Dari penelusuran beberapa hadis ditemukan tata cara puasa Rajabiyah beberapa versi berikut ini:

Versi pertama, puasa satu hari apa pun di bulan Rajab. Sebagaimana hadis berikut ini:

Hadis: Rajab merupakan bulan mulia. Hari-harinya tertulis pada langit keenam. Apabila seseorang berpuasa satu hari dengan dilandasi ketakwaan kepada Allah, maka pintu-pintu dan hari itu berkata: Ya Allah, ampunilah dia. Sekiranya dia tidak menyelesaikan (membatalkan) puasanya dengan ketakwaannya kepada Allah, maka keduanya (pintu dan hari) tidak memohonkan ampunan baginya. Keduanya malah menjelek-jelekkan: Tipu dayamu akan berbalik kepada dirimu. Hr. Ibn Syahid dan Dailami dari riwayat Abu Sa’id.

Dalam sanad (mata rantai perawi) hadis ini ada yang bernama Ismail al Taimi. Ibn Hajar mencantumkan hadis ini dalam bukunya Tinyan al Ajab dan menisbatkan kepada Abu Sa’id al Naqqas dalam bukunya Fadhl Shiyam. Ia (Ibn Hajar) juga menjelaskan cacat lantaran Isnail al Taimi. Wallahu a’lam.

Hadis: Rajab merupakan bulan Allah yang sangat spesial di hadapan Allah. Barangsiapa berpuasa sehari dengan dasar iman dan ikhlas, maka pasti akan beroleh ridha Allah yang Maha Besar. Bulan Ramadhan merupakan bulan umatku. Dosa-dosa mereka akan dibakar (disucikan) apabila seorang muslim berpuasa, tidak dusta dan tidak memfitnah, maka jiwanya menjadi suci. Dosa-dosanya keluar mabagaikan keluarnya ular dari sarang persembunyiannya. Hr. Hakim dari riwayat Abu Sa’id al Khudri.

Dalam sanad (mata rantai perawi) hadis ini ada yang bernama Abu Harun al Abdi yang dinilai matruk (hadisnya harus ditinggalkan). Muridnya bernama Isham ibn Thalq dinilai laisa bisyaiin. Yang jelas, biang kepalsuan hadis ini pada Abu Harun al Abdi. Dia dinilai dusta sampai ada yang menilainya lebih dusta dari pada Fir’aun. Wallahu a’lam.

Versi kedua, puasa satu hari di bulan Rajab atau tujuh hari atau delapan hari atau sepuluh hari atau delapan belas hari. Sebagaimana hadis berikut ini:

Hadis: Barangsiapa berpuasa sehari di bulan Rajab nilainy sama dengan puasa satu bulan. Barangsiapa berpuasa tujuh hari, maka ditutup baginya tujuh pintu neraka. Barangsiapa berpuasa delapan hari, maka dibukakan baginya delapan pintu surga. Barangsiapa berpuasa sepuluh hari, maka Allah menggantikan seluruh keburukannya menjadi amal kebaikan. Barangsiapa berpuasa delapan belas hari, maka dia diseru oleh seseorang: Sesungguhnya Allah telah mengampuni dosamu yang telah lampau dan amalan kamu diterima. Hr. ? dari riwayat Abu Dzar.

Dalam sanad (mata rantai perawi) hadis ini ada yang bernama Firat ibn Saib yang dinilai matruk (hadisnya harus ditinggalkan). Penilaian ini disanggah oleh Ibn hajar. Hadis ini dikeluarkan dalam bukunya al Amali dan dinilai tidak sampai palsu. Katanya: Hadis ini gharib (mata rantainya menyendiri), semua mengaku mendapatkan hadis ini dari Furat ibn Saib, dia adalah perawi dhaif (lemah). Perawi lain yang bernama Rusydain ibn Sa’ad dan Hakam ibn Marwan juga lemah. Di samping itu nama shahabatnya juga berbeda. Menurut versi Rusydain katanya dari Abu Dzar. Sedangkan menurut versi Hakam ibn Marwan katanya dari Ibn Abbas. Saya tidak tahu apakah kesalahan dari keduanya atau dari gurunya. Gurunya (Maimun ibn Muhran) memang pernah berjumpa dengan Ibn Abbas akan tetapi ia tidak pernah berjumpa dengan Abu Dzar.

Hadis ini mempunyai sanad (mata rantai perawi) lain yang dikeluarkan oleh Baihaqi dalam bukunya Syu’abil Iman dan Ibn Asakir. Namun dinilai batal oleh Ibn Hajar sebagaimana yang dipaparkan dalam bukunya Tabyin al Ajab. Katanya: Ada beberapa hadis yang menerangkan keutamaan bulan Rajab yang kesemuanya adalah batal. Ada baiknya saya paparkan untuk peringatan bagi kita semua. Di antaranya adalah hadis di atas dengan sanad (mata rantai perawi) yang kedua sebagaimana yang telah dijelaskan oleh imam Suyuti. Kemudian ia (Ibn Hajar) berkata: Saya temukan dalam bab Fadhilah al Auqat karya Baihaqi, dalam bab Fadhail Rajab karya Abdul Aziz al Kattani dan dalam Targhib wa Tarhib karya Abu Qasim al Taimi. Semuanya meriwayatkan hadis dari Abdul Ghafur ibn Abdul Aziz ibn Sa’ad dari bapaknya dari Nabi. Utsman ibn Mad’un dinilai dusta oleh Ibn Hibban. Para ulama sepakat statusnya dhaif (lemah).

Ibn Hajar juga memaparkan hadis yang diriwayatkan Rusydain Abu Abdullah dari Furat dari Maimun ibn Muhran yang dikeluarkan oleh Abdul Aziz al Kattani dalam bukunya Fadhail Rajab. Hadis lain yang diriwayatkan Hakam ibn Marwan dari Furat dari Maimun dari Ibn Abbas yang dikeluarkan oleh Abu Abdullah al Husaini ibn Fanjawiyah. Perawi Rusydain dan Hakam hadisnya dinilai harus ditinggalkan. Itulah mata rantai perawi Baihaqi yang sudah jelas kepalsuannya. Adapun mata rantai perawi hadis yang dikeluarkan oleh Ibn Asakir, ada yang bernama Abdul Mut’im ibn Idris. Ternyata hadis-hadis tersebut tidak lepas dari kedua jalur mata rantai perawi tersebut.

Versi ketiga, puasa pada tanggal dua puluh tujuh Rajab. Sebagaimana hadis berikut ini:

Hadis: Di dalam bulan Rajab ada satu hari yang apabila seseorang berpuasa pada hari itu dan shalat tahajjud di malam harinya, maka ia mendapatkan pahala seperti orang berpuasa seratus tahun dan beribadah seratus tahun. Itulah tiga hari yang terakhir di bulan Rajab. Pada hari itulah bertepatan dengan diangkatnya Muhammad sebagai Nabi. Hr. ? dari riwayat Salman.

Dalam sanad (mata rantai perawi) hadis ini ada yang bernama Khalid ibn Hayyaj dari bapaknya. Ulama sepakat menilai Khalid ibn Hayyaj sebagai perawi yang hadisnya harus ditinggalkan. Ibn Hajar dalam bukunya Tabyin al Ajab menyatakan bahwa Hayyaj adalah putra Bistham al Tamimi al Harawi yang meriwayatkan hadis dari generasi tabi’in, namun dinilai lemah oleh Ibn Ma’in. Abu Daud mengatakan: Ulama hadis meninggalkan periwayatannya. Saleh ibn Muhammad menilai hadisnya tidak boleh ditulis kecuali dua atau tiga buah sekedar untuk I’tibar (kesaksian periwayatan). Saya tidak mengerti sebelumnya sampai saya menghadap Harrat. Di situlah saya menemukan hadis-hadis palsu yang sangat banyak di sisinya. Hakim berkata: Hadis-hadis yang dinilai Saleh ibn Muhammad terhadap periwayatan Hayyaj sumber kedustaannya ada pada putranya (Khalid ibn Hayyaj). Yahya ibn Ahmad berkata: Semua hadis yang dinisbatkan kepada Hayyaj harus diingkari lantaran ulah putranya (Khalid ibn Hayyaj). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa biang kepalsuan hadis ini pada Khalid ibn Hayyaj.

Ibn Hajar menukil hadis dari kitab al Fawaid karya Hanad al Nasafi dengan sanad (mata rantai perawi) dari Zuhri dari Anas. Nabi saw, bersabda: Saya resmi diangkat menjadi Nabi pada tanggal dua puluh tujuh Rajab. Barangsiapa berpuasa pada hari itu, maka baginya penebusan dosa sebanyak enam puluh bulan. Ibn Hajar juga menukil hadis dari kitab al Fawaid karya Abu Hasan ibn Shahhar dengan sanad (mata rantai perawi) yang batal dari Ali ibn Abi Thalib dengan redaksi: Barangsiapa berpuasa pada hari itu dan berbuka ketika berbukanya, maka baginya penebusan dosa selama sepuluh tahun.

Ibn Hajar juga menukil hadis dari kitab Fadhail Rajab karya Abdul Aziz al Kattani dari Dhamrah dari Syuwaddzib dari Mathar dari Syahar ibn Khausab dari Abu Hurairah secara al mauquf (pernyataan Abu Hurairah): Barangsiapa berpuasa pada tanggal dua puluh tujuh Rajab, maka Allah menetapkan baginya seperti orang yang berpuasa selama enam puluh bulan. Hari itu bertepatan dengan turunnya Malaikat Jibril kepada Muhammad untuk meresmikan kerasulannya. Wallahu a’lam.

Versi keempat, puasa sebulan penuh di bulan Rajab. Sebagaimana hadis berikut ini:

Atsar Abu Darda’: Abu Dzar ditanya seseorang perihal puasa Rajab. Ia (Abu Dzar) berkata: Anda menanyakan bulan yang dimuliakan oleh masyarakat jahiliyah. Ternyata dalam pandangan Islam bulan itu lebih dimuliakan. Barangsiapa berpuasa sunnah sehari dengan penuh keikhlasan, maka puasanya itu dapat memadamkan murka Allah dan menutup satu pintu neraka. Sekiranya ia berinfak emas sepenuh bumi maka belum memadai sebagai balasan baginya dan tidak tertandingi pahalanya sedikit pun dengan urusan dunia sebelum datangnya hari hisab (perhitungan) di hari akherat. Pada malam harinya ia diberi sepuluh permohonan yang mustajab. Sekiranya ia memohon kesegeraan urusan dunia tentu dikabulkan permohonannya. Bilamana tidak dikabulkan sama halnya ia menabung kebaikan sebagaimana kemuliaan do’a para wali, kekasih Tuhan dan kesucian hamba.

Barangsiapa berpuasa dua hari maka baginya seperti pahala di atas ditambah sepuluh kali pahalanya orang-orang shiddiqin (pembenar) yang usianya mencapai usia mereka. Barangsiapa berpuasa tiga hari maka baginya seperti di atas dan dikatakan oleh Allah sewaktu berbukanya: Hamba-Ku telah melaksanakan kewajibannya, maka Aku berikan hak kecintaan-Ku dan perwalian-Ku. Aku bersaksi di hadapan kalian wahai para Malaikat-Ku bahwa Aku telah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.

Barangsiapa berpuasa empat hari maka baginya pahala seperti di atas ditambah pahala ulil albab (kaum intelek) yang suka bertobat, diberi buku catatan kebaikan seperti yang diberikan kepada golongan orang-orang yang menang. Barangsiapa berpuasa lima hari baginya seperti pahala seperti di atas ditambah besuk baginya ketika dibangkitkan oleh Allah wajahnya bersinar seperti bulan purnama. Ditulis baginya sebanyak hitungan pasir yang keras dari amalan kebajikan dan dimasukkan ke surga. Kepadanya dikatakan: Berharaplah sekehendakmu sepada Allah. Barangsiapa berpuasa enam hari maka baginya pahala seperti di atas ditambah pemberian cahaya yang dapat menerangi penghuni padang mahsyar di hari kiamat. Dia dibangkitkan bersama orang-orang yang aman sehingga dapat melintasi al siraj (titian) tanpa ada perhitungan, dibebaskan dari dosa kemaksiatan kepada orang tua dan dosa memutus tali silaturahim dan dia disambut Allah dengan lapang ketika orang itu menjumpai-Nya (kembali ke haribaan-Nya).

Barangsiapa berpuasa tujuh hari maka baginya pahala seperti di atas ditambah ditutup baginya tujuh pintu neraka, dijaga dari api neraka, dimasukkan ke dalam surga dan dipersilakan menempati surga manapun. Barangsiapa berpuasa delapan hari maka baginya pahala seperti di atas ditambah dibukakan baginya pintu-pintu surga dan dipersilakan masuk dari pintu mana pun yang dikehendakinya. Barangsiapa berpuasa sembilan hari maka baginya pahala seperti di atas ditambah buku catatak kebaikan dan dimasukkan ke dalam surga Illiyyin (peringkat tertinggi). Di hari kiamat ia dibangkitkan bersama orang-orang yang damai. Dibangkitkan dari kumurnya dengan wajah berkilauan, menyinari penghuni pada mahsyar sehingga mereka berkomentar ini benar-benar Nabi pilihan, minimal ia masuk surga tanpa dihisab (diperhitungkan).

Barangsiapa berpuasa sepuluh hari maka baginya pahala di atas bahkan dilipatgandakan sepuluh kali. Dia tergolong orang-orang yang amalan keburukannya diganti menjadi amalan kebaikan. Dia tergolong orang-orang yang muqarrabin (mendekatkan diri kepada Allah), dia mendapatkan penegakkan hukum Allah dengan adil. Barangsiapa berpuasa dua puluh hari maka baginya seperti pahala di atas bahkan dilipatgandakan sebanyak dua puluh kali. Dia tergolong orang-orang yang menyaingi Ibrahim dalam menara loncengnya dan dapat memberikan syafaat kepada seperti kaum Rabi’ah dan Mudhar (kaum kafir) yang mereka semua itu adalah pelaku dosa-dosa besar. Barangsiapa berpuasa tiga puluh hari, maka baginya seperti pahala di atas bahkan dilipatgandakan tiga puluh kali. Dia diseru oleh Dzat yang berada di langit: Khabar kegembiraan wahai wali Allah dengan mendapatkan karamah yang dahsyat yakni menatap wajah Allah dan kebersamaannya dengan para Nabi, shiddiqin (pembenar), syuhada dan orang-orang yang saleh. Itulah sebaik-baik teman baginya. Bahagialah anda (diucapkan tiga kali). Ia pergi menuju pembuka hal-hal yang masih tertutup dan diguyur dengan pamungkas pahala Tuhan yang Maha Mulia.

Apabila datang kematiannya, Tuhan akan memberinya minum dari minuman surgawi sehingga ia sama sekali tidak merasakan sakit sedikit pun. Ia menetap di alam kuburnya dengan damai, dibangkitkan dengan damai, di tempatkan di padang mahsyar dengan damai sehingga ia sampai di lembah surga Nabi. Ketika ia dibangkitkan dari kuburnya, ia didatangi tujuh puluh ribu Malaikat yang menaburkan inti atau sari dari mutiara dan batu mulia. Mereka juga membawakan pakaian yang indah seraya berkata: Wahai wali Allah, inilah keselamatan yang datangnya dari Tuhanmu. Maka dia digolongkan orang pertama yang memasuki surga Aden di hari kiamat bersama-sama orang yang mendapatkan kemenangan, yaitu orang-orang yang diridhai Allah dan mereka ridha kepada-Nya. Itulah kemenangan yang paling besar.  Sekiranya setiap puasanya disertai dengan bersedekah seperti bejal makanannya maka sama sekali tidak tertandingi sedekahnya tersebut seluruh mahluk dibanding apa yang ia sedekahkan itu, yakni tidak sampai sepersepuluhnya. Hr. Ibn Syahin.

Hadid di atas terdapat dalam buku al Targhib dari riwayat Makhul dengan sanad (mata rantai perawi) yang satu lebih parah daripada lainnya. Ada yang bernama Dawud ibn Muhbir yang dituduh sebagai pemalsu hadis. Ada juga yang bernama Sulaiman ibn Hakam yang dinilai lemah oleh ulama hadis. Ada juga yang bernama al Ala’ ibn Katsir yang derajatnya lemah menurut kesepakatan ulama. Hadis ini juga dicantumkan Ibn Hajar dalam bukunya Tabyin al Ajab. Katanya: Hadis ini nyata palsu, semoga Tuhan mengadzab pemalsunya. Demi Allah, buku kudukku merinding ketika membaca dan menulis hadis ini. Menurut saya, biang pemalsunya adalah Dawud Dawud ibn Mubir dan al Ala’ ibn Khalid. Makhul sendiri tidak pernah berjumpa dengan dengan Abu Dzar. Hadis ini juga dikeluarkan oleh Abdul Aziz al Kattani dalam buknya Fadhail Syahri Rajab dengan mata rantai perawi dari Harits ibn Abi Usamah dari Dawud ibn Muhbir. Ibn Hajar dan Suyuti berselisih pendapat tentang nama orang tua al Ala’. Menurut Ibn Hajar, dia adalah al Ala’ ibn Khalid. Menurut Suyuti dia adalah al Ala’ ibn Katsir. Yang benar adalah al Ala’ ibn Katsir al Laitsi, bukan al Ala’ ibn Khalid al Qurasyi.

Dari paparan hadis-hadis di atas ditemukan bahwa fadhilah (kemuliaan) puasa Rajabiyah adalah sebagai berikut:

1.   Pintu-pintu dan hari itu berkata: Ya Allah, ampunilah dia.

2.   Dosa-dosa mereka akan dibakar (disucikan) apabila seorang muslim berpuasa, tidak dusta dan tidak memfitnah, maka jiwanya menjadi suci. Dosa-dosanya keluar mabagaikan keluarnya ular dari sarang persembunyiannya.

3.   Berpuasa sehari di bulan Rajab nilainy sama dengan puasa satu bulan.

4.   Berpuasa tujuh hari ditutup baginya tujuh pintu neraka.

5.   Berpuasa delapan hari dibukakan baginya delapan pintu surga.

6.   Berpuasa sepuluh hari Allah menggantikan seluruh keburukannya menjadi amal kebaikan.

7.   Berpuasa delapan belas hari dia diseru oleh seseorang: Sesungguhnya Allah telah mengampuni dosamu yang telah lampau dan amalan kamu diterima.

8.   Ada satu hari yang apabila seseorang berpuasa pada hari itu dan shalat tahajjud di malam harinya, maka ia mendapatkan pahala seperti orang berpuasa seratus tahun dan beribadah seratus tahun.

9.   Berpuasa sehari dengan penuh keikhlasan, maka puasanya itu dapat memadamkan murka Allah dan menutup satu pintu neraka.

10.  Berpuasa sehari dengan penuh keikhlasan, maka puasanya itu dapat memadamkan murka Allah dan menutup satu pintu neraka.

11. Berpuasa dua hari baginya seperti pahala di atas ditambah sepuluh kali pahalanya orang-orang shiddiqin (pembenar) yang usianya mencapai usia mereka.

12.  Berpuasa tiga hari baginya seperti di atas dan dikatakan oleh Allah sewaktu berbukanya: Hamba-Ku telah melaksanakan kewajibannya, maka Aku berikan hak kecintaan-Ku dan perwalian-Ku. Aku bersaksi di hadapan kalian wahai para Malaikat-Ku bahwa Aku telah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang

 13. Berpuasa empat hari baginya pahala seperti di atas ditambah pahala ulil albab (kaum intelek) yang suka bertobat, diberi buku catatan kebaikan seperti yang diberikan kepada golongan orang-orang yang menang.

14.  Berpuasa lima hari baginya seperti pahala seperti di atas ditambah besuk baginya ketika dibangkitkan oleh Allah wajahnya bersinar seperti bulan purnama. Ditulis baginya sebanyak hitungan pasir yang keras dari amalan kebajikan dan dimasukkan ke surga. Kepadanya dikatakan: Berharaplah sekehendakmu sepada Allah.

15.  Berpuasa enam hari baginya pahala seperti di atas ditambah pemberian cahaya yang dapat menerangi penghuni padang mahsyar di hari kiamat. Dia dibangkitkan bersama orang-orang yang aman sehingga dapat melintasi al siraj (titian) tanpa ada perhitungan, dibebaskan dari dosa kemaksiatan kepada orang tua dan dosa memutus tali silaturahim dan dia disambut Allah dengan lapang ketika orang itu menjumpai-Nya (kembali ke haribaan-Nya).

16.  Berpuasa tujuh hari baginya pahala seperti di atas ditambah ditutup baginya tujuh pintu neraka, dijaga dari api neraka, dimasukkan ke dalam surga dan dipersilakan menempati surga manapun.

17.  Berpuasa delapan hari baginya pahala seperti di atas ditambah dibukakan baginya pintu-pintu surga dan dipersilakan masuk dari pintu mana pun yang dikehendakinya.

18.  Berpuasa sembilan hari baginya pahala seperti di atas ditambah buku catatak kebaikan dan dimasukkan ke dalam surga Illiyyin (peringkat tertinggi). Di hari kiamat ia dibangkitkan bersama orang-orang yang damai. Dibangkitkan dari kumurnya dengan wajah berkilauan, menyinari penghuni pada mahsyar sehingga mereka berkomentar ini benar-benar Nabi pilihan, minimal ia masuk surga tanpa dihisab (diperhitungkan).

19.  Berpuasa sepuluh hari baginya pahala di atas bahkan dilipatgandakan sepuluh kali. Dia tergolong orang-orang yang amalan keburukannya diganti menjadi amalan kebaikan. Dia tergolong orang-orang yang muqarrabin (mendekatkan diri kepada Allah), dia mendapatkan penegakkan hukum Allah dengan adil.

20.  Berpuasa dua puluh hari baginya seperti pahala di atas bahkan dilipatgandakan sebanyak dua puluh kali. Dia tergolong orang-orang yang menyaingi Ibrahim dalam menara loncengnya dan dapat memberikan syafaat kepada seperti kaum Rabi’ah dan Mudhar (kaum kafir) yang mereka semua itu adalah pelaku dosa-dosa besar.

21.  Berpuasa tiga puluh hari baginya seperti pahala di atas bahkan dilipatgandakan tiga puluh kali. Dia diseru oleh Dzat yang berada di langit: Khabar kegembiraan wahai wali Allah dengan mendapatkan karamah yang dahsyat yakni menatap wajah Allah dan kebersamaannya dengan para Nabi, shiddiqin (pembenar), syuhada dan orang-orang yang saleh. Itulah sebaik-baik teman baginya. Bahagialah anda (diucapkan tiga kali). Ia pergi menuju pembuka hal-hal yang masih tertutup dan diguyur dengan pamungkas pahala Tuhan yang Maha Mulia. Apabila datang kematiannya, Tuhan akan memberinya minum dari minuman surgawi sehingga ia sama sekali tidak merasakan sakit sedikit pun. Ia menetap di alam kuburnya dengan damai, dibangkitkan dengan damai, di tempatkan di padang mahsyar dengan damai sehingga ia sampai di lembah surga Nabi. Ketika ia dibangkitkan dari kuburnya, ia didatangi tujuh puluh ribu Malaikat yang menaburkan inti atau sari dari mutiara dan batu mulia. Mereka juga membawakan pakaian yang indah seraya berkata: Wahai wali Allah, inilah keselamatan yang datangnya dari Tuhanmu. Maka dia digolongkan orang pertama yang memasuki surga Aden di hari kiamat bersama-sama orang yang mendapatkan kemenangan, yaitu orang-orang yang diridhai Allah dan mereka ridha kepada-Nya. Itulah kemenangan yang paling besar.  Sekiranya setiap puasanya disertai dengan bersedekah seperti bejal makanannya maka sama sekali tidak tertandingi sedekahnya tersebut seluruh mahluk dibanding apa yang ia sedekahkan itu, yakni tidak sampai sepersepuluhnya

1 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Subhanalloh, terima kasih


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: