Shalat-Bagian Ketigapuluh Tiga

Februari 15, 2012 pukul 9:23 pm | Ditulis dalam SMS | Tinggalkan komentar

Shalat-Bagian Ketigapuluh Tiga

TURATS NABAWI PRESS

ANDA INGIN KAJIAN RUTIN HADITS?

SILAHKAN BERGABUNG DENGAN KAMI:

konsorsiumhadis.wordpress.com

TASYAHHUD AWWAL DAN WIRIDNYA

Syari’at Duduk Tasyahhud

Setelah menyelesaikan dua raka’at maka disyari’atkan untuk duduk tasyahhud (duduk untuk membaca tasyahhud). Di dalam shalat yang terdiri tiga raka’at atau lebih maka duduk ini disebut “tasyahhud awwal”. Namun dalam pelaksanaan shalat yang hanya terdiri dua raka’at maka duduk ini secara otomatis menjadi duduk “tasyahhud ak­hir”.

Hadis Nabi saw. yang diriwayatkan oleh Aisyah ra.:

وَ كَانَ يَقْرَأُ فِى كُلِّ رَكْعَتَيْنِ التَّحِيَّةَ

“Pada setiap usai mengerjakan dua raka’at maka Nabi saw. membaca tahiyyat (duduk tasyahhud)”. HR. Muslim.

Sifat Duduk Tasyahhud

Sifat duduk tasyahhud awwal ini sama dengan sifat duduk antara dua sujud. Duduk seperti inilah yang disebut du­duk “iftiras”. Hanya saja di sini perlu dipertajam hal-hal berikut ini:

Pertama, telapak tangan kanan diletakkan pada paha kanan atau lutut kaki kanan dan telapak tangan kiri pada paha kiri atau lutut kaki kiri.

Kedua,  larangan duduk bersanggah, yakni meletakkan tangan di atas bumi un­tuk bersanggah diri karena sikap ini diibaratkan ba­gaikan sikap duduknya orang Yahudi yang sedang di­laknat Tuhan.

Dalil dalil yang menerangkan masalah ini cukup bany­ak. Di antara dalil-dalil tersebut adalah:

Hadis Nabi saw. yang diriwayatkan oleh Rifa’ah ibn Rafi’ ra.:

فَقَالَ لَهُ: فَاِذَا جَلَسْتَ فِى وَسَطِ الصَّلاَةِ فَاطْمَئِنَّ وَ افْتَرِشْ فَخْدَكَ الْيُسْرَى ثُمَّ تَشَهَّدْ

Nabi saw. bersabda: “Sewaktu anda duduk di pertenga­han shalatmu maka duduklah dengan tumakninah. Duduk­lah dengan iftiras, yakni menduduki telapak kaki kirimu. Kemudian bacalah bacaan tasyahhud”. HR. Abu Daud dan Baihaqi dengan sanad (mata rantai perawi) yang sah.

Hadis Nabi saw. lainnya yang diriwayatkan oleh ibn Umar ra.:

كَانَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ اِذَا قَعَدَ فِى التَّشَهُّدِ وَضَعَ يَدَهُ الْيُسْرَى عَلَى رُكْبَتَيْهِ الْيُسْرَى وَ وَضَعَ يَدَهُ الْيُمْنَى عَلَى رُكْبَتَيْهِ الْيُمْنَى

“Sewaktu Nabi saw. duduk tasyahhud beliau meletakkan tangan kiri pada lutut kaki kirinya dan telapak tan­gan kanan pada lutut kaki kanannya”. HR. Muslim.

Hadis Nabi saw. lainnya yang diriwayatkan oleh Wail ibn Khujr ra.:

وَ كَانَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمِ يَضَعُ حَدَّ مِرْفَقَيْهِ الأَيْمَنِ عَلَى فَخْدِهِ الْيُمْنَى

“Ketika Nabi saw. duduk tasyahhud beliau meletakkan lengan kanan pada paha kanannya”. HR. Abu Daud.

Hadis Nabi saw. lainnya yang diriwayatkan oleh ibn Umar ra.:

نَهَى رَجُلاً وَ هُوَ جَالِسٌ مُعْتَمِدٌ عَلَى يَدِهِ الْيُسْرَى فِى الصَّلاَةِ فَقَالَ اِنَّهَا صَلاَةُ الْيَهُوْدِ

“Nabi saw. melarang seseorang duduk tasyahhud dengan bersanggah pada kedua tangannya. Sikap seperti ini diibaratkan seperti duduknya orang Yahudi”. HR. Baihaqi dan Hakim. Hadis ini dinilai sah oleh imam Hakim dan disepakati oleh imam Dzahabi.

Hadis Nabi saw. lainnya yang diriwayatkan oleh ibn Umar ra.:

لاَ تَجْلِسُ هَكَذَا فَاِنَّ ذَكَ يَجْلِسُ الَّذِى يُعَذَّبُوْنَ

“Janganlah anda duduk seperti ini (bersanggah dengan tangan). Karena duduk seperti ini adalah duduknya orang yang sedang disiksa Tuhan”. HR. Abu Daud.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: