Shalat-Bagian Ketigapuluh Empat

Februari 23, 2012 pukul 3:18 pm | Ditulis dalam SMS | Tinggalkan komentar

Shalat-Bagian Ketigapuluh Empat

TURATS NABAWI PRESS

ANDA INGIN KAJIAN RUTIN HADITS?

SILAHKAN BERGABUNG DENGAN KAMI:

konsorsiumhadis.wordpress.com

 

Sifat Duduk

Untuk kesempurnaan duduk tasyahhud awal (yakni duduk iftiras) lebih lanjut perlu diperhatikan hal-hal berikut ini:

Telapak tangan kanan diletakkan pada paha kanan atau lutut kaki kanan dan telapak tangan kiri diletakkan pada paha kiri atau lutut kaki kiri.

Jari-jari tangan kiri diluruskan.

Jari-jari tangan kanan dikepalkan kecuali jari te­lunjuk yang diisyaratkan.

Jari telunjuk yang diisyaratkan tersebut supaya dig­erak-gerakkan. Dan pandangan mata ditujukan kepada­nya.

Kepalan tangan diatur sedemikian rupa sehingga ibu jari diletakkan di atas jari tengah. Boleh juga di­bentuk sebuah lingkaran, yaitu ujung jari tengah di­kaitkan dengan ujung ibu jari.

Dalam hal ini tidak diperkenankan mengisyaratkan dengan dua jari.

Dalil-dalil dalam masalah ini cukup banyak. Di anta­ra dalil-dalil tersebut adalah sebagai berikut:

Hadis Nabi saw. yang diriwayatkan oleh Abdullah ibn Umar ra.:

كَانَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَبْسُطُ كَفَّهُ الْيُسْرَى وَ يَقْبِضُ أَصَابِعَ كَفِّهِ الْيُمْنَى كُلَّهَا وَ يُشِيْرُ بِأُصْبُعِهِ الَّتِى تَلِى الاِبْهَامَ اِلَى الْقِبْلَةِ

“Sewaktu Nabi saw. duduk tasyahhud, beliau melurus­kan jari-jari tangan kirinya dan meletakkannya di atas lutut kirinya. Beliau mengepalkan jari-jari tangan kanannya, kecuali jari telunjuk oleh beliau diisya­ratkannya ke arah kiblat”. HR. Muslim dan Abu Awanah.

Hadis Nabi saw. lainnya yang diriwayatkan oleh  Zu­bair ra.:

كَانَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ اِذَا قَعَدَ … أَشَارَ بِأُصْبُعِهِ السَّبَّابَةِ وَ وَضَعَ اِبْهَامَهُ عَلَى أُصْبُعِهِ الْوُسْطَى

“Sewaktu Nabi saw. duduk tasyahhud, beliau mengisya­ratkan jari  telunjuknya. Meletakkan ibu jarinya di atas jari tengahnya”. HR. Muslim dan Abu Awanah.

Hadis Nabi saw. lainnya yang diriwayatkan oleh Wail ibn Khujr ra.:

ثُمَّ جَلَسَ وَ افْتَرَشَ … وَ قَبَضَ اثْنَتَيْنِ وَ حَلَّقَ حِلْقَةً ثُمَّ رَفَعَ أُصْبُعَهُ فَرَأَيْتُهُ يُحَرِّكُهَا يَدْعُوْ بِهَا

“Kemudian Nabi saw. melaksanakan duduk iftiras. Beliau mengkaitkan antara ujung jarinya sehingga membentuk sebuah lingkaran dan mengisyaratkan jari telunjuknya serta menggerak-gerakkannya sambil mem­baca wirid tasyah-hud”. HR. Abu Daud, Nasai dan ibn Majah.

Hadis Nabi saw. lainnya:

لَهِىَ أَشَدُّ عَلَى الشَّيْطَانِ مِنَ الْحَدِيْدِ يَعْنِى السَبَّابَةَ

“Gerakan jari telunjuk ini jauh lebih hebat daripada tipudaya syetan”. HR. Ahmad.

Hadis Nabi saw. lainnya yang diriwayatkan oleh Ab­dullah ibn Umar ra.:

وَ يُشِيْرُ بِأُصْبُعِهِ الَّتِى تَلِى الاِبْهَامُ اِلَى الْقِبْلَةِ وَ يَرْمِى بِبَصَرِهِ اِلَيْهَا

“Nabi saw. mengisyaratkan jari telunjuknya dan men­garahkan pandangan mata kepadanya”. HR. Muslim.

Hadis Nabi saw. lainnya yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra.:

اِنَّ رَجُلاً كَانَ يَدْعُوْ بِأُصْبُعَيْهِ فَقَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ أَحِّدْ أَحِّدْ

“Seorang sahabat Nabi saw. sewaktu duduk tasyahhud mengisyaratkan dua jarinya. Maka Nabi saw. menegur­nya: Satu saja! Selanjutnya dia hanya mengisyaratkan satu jarinya saja”. HR. Nasai dan ibn Abi Syaibah. Hadis ini dinilai sah oleh imam Hakim dan disepakati oleh imam Dzahabi.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: