Tsumamah ibn Uttsal

Mei 1, 2012 pukul 12:07 pm | Ditulis dalam SMS | Tinggalkan komentar

Tsumamah ibn Utsal (Sang Pembenci Islam yang Akhirnya Memeluk Islam)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضى الله عنه قَالَ بَعَثَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم خَيْلاً قِبَلَ نَجْدٍ، فَجَاءَتْ بِرَجُلٍ مِنْ بَنِى حَنِيفَةَ يُقَالُ لَهُ ثُمَامَةُ بْنُ أُثَالٍ، فَرَبَطُوهُ بِسَارِيَةٍ مِنْ سَوَارِى الْمَسْجِدِ، فَخَرَجَ إِلَيْهِ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ مَا عِنْدَكَ يَا ثُمَامَةُ. فَقَالَ عِنْدِى خَيْرٌ يَا مُحَمَّدُ، إِنْ تَقْتُلْنِى تَقْتُلْ ذَا دَمٍ، وَإِنْ تُنْعِمْ تُنْعِمْ عَلَى شَاكِرٍ، وَإِنْ كُنْتَ تُرِيدُ الْمَالَ فَسَلْ مِنْهُ مَا شِئْتَ. حَتَّى كَانَ الْغَدُ ثُمَّ قَالَ لَهُ مَا عِنْدَكَ يَا ثُمَامَةُ. قَالَ مَا قُلْتُ لَكَ إِنْ تُنْعِمْ تُنْعِمْ عَلَى شَاكِرٍ. فَتَرَكَهُ حَتَّى كَانَ بَعْدَ الْغَدِ، فَقَالَ مَا عِنْدَكَ يَا ثُمَامَةُ. فَقَالَ عِنْدِى مَا قُلْتُ لَكَ. فَقَالَ أَطْلِقُوا ثُمَامَةَ، فَانْطَلَقَ إِلَى نَخْلٍ قَرِيبٍ مِنَ الْمَسْجِدِ فَاغْتَسَلَ ثُمَّ دَخَلَ الْمَسْجِدَ فَقَالَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، يَا مُحَمَّدُ وَاللَّهِ مَا كَانَ عَلَى الأَرْضِ وَجْهٌ أَبْغَضَ إِلَىَّ مِنْ وَجْهِكَ، فَقَدْ أَصْبَحَ وَجْهُكَ أَحَبَّ الْوُجُوهِ إِلَىَّ، وَاللَّهِ مَا كَانَ مِنْ دِينٍ أَبْغَضَ إِلَىَّ مِنْ دِينِكَ، فَأَصْبَحَ دِينُكَ أَحَبَّ الدِّينِ إِلَىَّ، وَاللَّهِ مَا كَانَ مِنْ بَلَدٍ أَبْغَضُ إِلَىَّ مِنْ بَلَدِكَ، فَأَصْبَحَ بَلَدُكَ أَحَبَّ الْبِلاَدِ إِلَىَّ، وَإِنَّ خَيْلَكَ أَخَذَتْنِى وَأَنَا أُرِيدُ الْعُمْرَةَ، فَمَاذَا تَرَى فَبَشَّرَهُ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَأَمَرَهُ أَنْ يَعْتَمِرَ، فَلَمَّا قَدِمَ مَكَّةَ قَالَ لَهُ قَائِلٌ صَبَوْتَ. قَالَ لاَ، وَلَكِنْ أَسْلَمْتُ مَعَ مُحَمَّدٍ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم، وَلاَ وَاللَّهِ لاَ يَأْتِيكُمْ مِنَ الْيَمَامَةِ حَبَّةُ حِنْطَةٍ حَتَّى يَأْذَنَ فِيهَا النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم.

Dinarasikan Abu Hurairah ra.: Rasulullah saw. mengirim pasukan menuju Nejed. Lalu mereka menangkap seseorang dari bani Hanifah, Tsumamah ibn Utsal pemimpin penduduk Yamamah. Kemudian mereka mengikatnya pada salah satu tiang masjid. Lalu Rasulullah saw. menemuinya dan bersabda kepadanya: Apa yang anda miliki wahai Tsumamah? Ia menjawab: Ya Muhammad, saya memiliki apa yang lebih baik, jika tuan membunuhnya maka tuan telah membunuh yang memiliki darah, dan jika tuan memberi maka tuan memberi orang yang bersyukur, namun jika tuan menginginkan harta maka mintalah niscaya tuan akan diberi apa saja yang tuan inginkan. Kemudian Rasulullah saw. meninggalkannya. Keesokan harinya Nabi bertanya: Apa yang anda miliki wahai Tsumamah? Ia menjawab: Seperti yang saya katakan, jika tuan memberi maka tuan memberi orang yang bersyukur, jika tuan membunuh maka tuan membunuh yang memiliki darah, jika tuan menginginkan harta maka mintalah niscaya tuan akan diberi apa yang tuan mau. Lalu Rasulullah saw. meninggalkannya. Keesokan harinya Nabi bertanya lagi: Apa yang anda miliki wahai Tsumamah?  Ia menjawab: Seperti yang saya katakan, jika tuan memberi maka tuan memberi orang yang bersyukur, jika tuan membunuh maka tuan membunuh yang memiliki darah, jika tuan menginginkan harta maka mintalah niscaya tuan akan diberi apa yang tuan mau. Rasulullah saw. kemudian bersabda kepada sahabatnya: Bawalah Tsumamah. Lalu mereka membawanya ke sebatang pohon kurma di samping masjid, ia pun mandi dan masuk masjid kembali, kemudian berkata: Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan yang patut disembah melainkan hanya Allah dan bahwasanya Muhammad itu utusan Allah. Demi Allah, dahulu tidak ada wajah di atas bumi ini yang lebih saya benci selain wajah tuan, namun sekarang wajah tuan menjadi wajah yang paling saya cintai dari pada yang lain. Demi Allah, dahulu tidak ada agama yang lebih saya benci selain dari agama tuan. Namun sekarang agama tuan menjadi agama yang paling saya cintai. Demi Allah dahulu tidak ada wilayah yang paling saya benci selain tempat tuan. Namun sekarang ia menjadi wilayah yang paling saya cintai. Sesungguhnya utusan tuan telah menangkap saya dan saya hendak melaksanakan umrah, bagaimana pendapat tuan? Rasulullah saw. memberinya khabar gembira dan memerintahkannya untuk melakukan umrah. Ketika ia sampai di Makkah seseorang berkata kepadanya: Apakah anda telah murtad? Ia menjawab: Tidak, tetapi saya telah masuk Islam bersama Muhammad saw. Demi Allah tidaklah kalian akan mendapatkan gandum dari Yamamah kecuali mendapatkan izin dari Rasulullah saw.

 

 

 

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: