HADITS: BERPUASALAH PASTI ANDA SEHAT

Agustus 2, 2012 pukul 3:11 pm | Ditulis dalam SMS | Tinggalkan komentar

HADITS: BERPUASALAH PASTI ANDA SEHAT

Zainuddin MZ

Hadits: صوموا تصحوا(Berpuasalah pasti anda sehat) dikeluarkan Thabrani dalam “al-Ausath” (2/225/1/8477), Abu Nu’aim dalam “al-Thibbi” (24/1 dan 2) dengan sanad: Muhammad ibn Sulaiman ibn Dawud, dari Zuhair ibn Muhammad, dari Suhail ibn Abu Shalih, dari bapaknya, dari Abu Hurairah ra, dari Rasulullah saw.: Berpuasalah kalian pasti sehat.

Thabrani berkata: Tidak ada yang meriwayatkan dengan redaksi seperti ini kecuali Zuhair ibn Muhammad. Ini adalah periwayatan yang lemah karena merupakan periwayatan penduduk negeri Syam kepadanya. Dan hadits inilah contohnya.

Ibn Hjar dalam “Takhrij al-Ihya’” mengatakan: Hadits tersebut dikeluarkan Thabrani dalam “al-Ausath” dan Abu Nu’aim dalam “al-Thibbi al-Nabawi” dari Abu Hurairah dengan sanad yang lemah.

Al-Mundziri dalam al-Targhib: (2/60) dan Ibn Hajar al-Haitsami dalam al-Majma: (3/179) menyatakan perawi-perawinya terpercaya. Namun harus dikaji lebih lanjut, karena sekedar keterpercayaan perawi belum jaminan keshahihan hadits, tanpa mengetahui cacat samarnya. Yaitu: Periwayatan penduduk Syam terhadap Zuhair ibn Muhammad yang dinilai lemah.

Berbeda dengan al-Shan’ani dalam Subulu Salam (3/179) yang menyatakan: Hadits ini palsu, yakni hadits dengan redaksi:

اغزوا تغنموا ، و صوموا تصحوا ، و سافروا تستغنوا

Berperangkan kalian pasti dapat rampasan, berpuasalah kalian pasti sehat, dan bepergianlah kalian pasti diampuni. Hadits ini dikeluarkan Ibn Adi dalam al-Kamil: (7/2521), yakni dengan sanad Nahsyal dari Dhahhak dari Ibn Abbas. Nahsyal adalah perawi yang periwayatannya harus ditinggalkan, dan Dhahhak ternyata tidak pernah mendengar dari Ibn Abbas.

Puasa memang dapat menjadikan sebagian pelakunya sehat, bahkan puasa sudah menjadi terapi kesehatan, namun harus difahami bahwa kebenaran wahyu adalah mutlak. Artinya konsep puasa jaminan kesehatan itu harus cocok secara universal dan kapan saja. Padahal seseorang dalam kondisi tertentu akan berdampak berbahaya sekiranya yang bersangkutan berpuasa, itulah sebabnya Allah tidak mewajibkan mereka apabila memiliki udzur syar’i. Wallahu a’lam

 

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: