Ru’yat Mathla’ Lokal

Agustus 30, 2012 pukul 3:55 pm | Ditulis dalam SMS | Tinggalkan komentar

Ru’yat Mathla’ Lokal

Zainuddin MZ

697  حَدَّثَنَا عَلِىُّ بْنُ حُجْرٍ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِى حَرْمَلَةَ أَخْبَرَنِى كُرَيْبٌ أَنَّ أُمَّ الْفَضْلِ بِنْتَ الْحَارِثِ بَعَثَتْهُ إِلَى مُعَاوِيَةَ بِالشَّامِ. قَالَ فَقَدِمْتُ الشَّامَ فَقَضَيْتُ حَاجَتَهَا وَاسْتُهِلَّ عَلَىَّ هِلاَلُ رَمَضَانَ وَأَنَا بِالشَّامِ فَرَأَيْنَا الْهِلاَلَ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ ثُمَّ قَدِمْتُ الْمَدِينَةَ فِى آخِرِ الشَّهْرِ فَسَأَلَنِى ابْنُ عَبَّاسٍ ثُمَّ ذَكَرَ الْهِلاَلَ فَقَالَ مَتَى رَأَيْتُمُ الْهِلاَلَ فَقُلْتُ رَأَيْنَاهُ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ. فَقَالَ أَأَنْتَ رَأَيْتَهُ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ فَقُلْتُ رَآهُ النَّاسُ وَصَامُوا وَصَامَ مُعَاوِيَةُ. قَالَ لَكِنْ رَأَيْنَاهُ لَيْلَةَ السَّبْتِ فَلاَ نَزَالُ نَصُومُ حَتَّى نُكْمِلَ ثَلاَثِينَ يَوْمًا أَوْ نَرَاهُ. فَقُلْتُ أَلاَ تَكْتَفِى بِرُؤْيَةِ مُعَاوِيَةَ وَصِيَامِهِ قَالَ لاَ هَكَذَا أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم. قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ ابْنِ عَبَّاسٍ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ. وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا الْحَدِيثِ عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ أَنَّ لِكُلِّ أَهْلِ بَلَدٍ رُؤْيَتَهُمْ.

697. Dinarasikan Kuraib bahwa Umul Fadhal mengutusnya untuk menemui Mu’awiyah di negeri Syam guna suatu keperluan. Dia berkata: Sesampainya saya di negeri Syam dan selesai dengan kebutuhannya, tiba-tiba terlihat olehku hilal bulan Ramadlan, sedangkan saya berada di negeri Syam. Saya melihatnya pada malam Jum’at, kemudian saya kembali ke Madinah pada akhir bulan Ramadlan lalu Ibn Abbas menyebutkan mengenai hilal: Kapan anda melihat hilal? Saya menjawab: Saya melihatnya pada malam Jumat. Dia berkata: Anda melihatnya pada malam Jumat? Saya menjawab: Semua orang melihatnya, lalu mereka berpuasa, begitu juga dengan Mu’awiyah. Ibn Abbas berkata lagi: Akan tetapi kami melihatnya pada malam Sabtu dan akan tetap berpusa sampai hitungannya genap tiga puluh hari atau kami melihat hilal. Saya bertanya: Tidakkah anda ikut ru’yahnya Mu’awiyah dan puasanya. Dia menjawab: Tidak, akan tetapi beginilah Rasulullah saw. memerintah kepada kami. Hr. Turmudzi: 697.

Abu Isa berkata: Hadits ibn Abbas adalah hasan shahih gharib. Dan diamalkan oleh para ulama dengan suatu kesimpulan hukum bahwa setiap daerah memulai puasa berdasarkan ru’yahnya masing-masing.

 

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: