HADITS APLIKASI

Oktober 4, 2012 pukul 3:17 pm | Ditulis dalam SMS | Tinggalkan komentar
Tag: , ,

HADITS APLIKASI

DR. H. ZAINUDDIN MZ, Lc. MA.

 

A. Pendahuluan

Kesempurnaan kajian hadits tentunya dengan menindaklanjuti hadits-hadits aplikasinya. Karena mustahil Nabi Muhammad saw. hanya pintar memberikan intruksi, tanpa memberikan contoh. Oleh sebab itu setiap muncul hadits intruksi, tentunya harus disempurnakan pemahaman hadits aplikasinya.

Berikut ini penulis paparkan hadits aplikasi bacaan shalawat Nabi saw. Shalawat bentuk plural dari kata shalat, menurut arti bahasanya adalah do’a, rahmat, istighfar (ampunan), dan pujian Tuhan terhadap Rasul-Nya.[1] Ibn Qayyim (nama lengkapnya adalah Muhammad ibn Abu Bakar Syamsuddin Abu Abdullah ibn Qayyim al-Jauziyah) dalam bukunya Jala’ al-Afham … menjelaskan bahwa makna shalawat mengacu pada dua perkara, yaitu pertama berarti do’a dan keberkatan, dan kedua berarti ibadah.[2]

Dengan demikian makna shalawat Nabi adalah mendo’akan Nabi Muhammad saw. Dalam hal ini telah ditemukan intruksi baik dalam Al-Qur’an maupun hadits Nabawi agar umat Islam selalu membacakan shalawat untuk Nabi saw. Sebagaimana firman-Nya:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

    “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatNya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”.[3]

Hadits Nabi saw.:

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: اِنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ: مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشْرًا

Dinarasikan Abu Hurairah ra., Nabi saw. bersabda: Barangsiapa membacakan sekali shalawat buat saya, maka Allah melipatgandakan sepuluh kalinya”.[4]

B. Hadits Aplikasi

 

Dari hasil penelitian ditemukan hadits-hadits aplikasi bagaimana Nabi saw. memberikan bimbingan kepada umat cara membacakan shalawat untuk Nabi saw. Inti hadits aplikasi bacaan shalawat Nabi telah diriwayatkan oleh Ka’ab ibn Ujrah ra.:

عَنْ كَعْبِ بْنِ عَجْرَةَ قَالَ: لَمَّا نَزَلَتْ هَذِهِ الآيَةُ (اِنَّ اللهَ وَ مَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِىِّ يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا) قُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ قَدْ عَلِمْنَا السَّلاَمَ عَلَيْكَ، فَكَيْفَ الصَّلاَةَ؟. قَالَ: قُوْلُوْا اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَ عَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى اِبْرَاهِيْمَ، وَ آلِ اِبْرَاهِيْمَ، اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، وَ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَ عَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ وَ صَلَّيْتَ عَلَى اِبْرَاهِيْمَ، وَ آلِ اِبْرَاهِيْمَ، اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

    Ka’ab ibn Ajrah ra. berkata: “Ketika turun firman Allah swt.: Sesungguhnya Allah dan Malaikat-Nya membacakan shalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman bacakanlah shalawat untuk dia dan ucapkanlah salam penghormatan”.[5] Para shahabat berkata: Wahai Nabi, kami sudah mengetahui bacaan salam untuk Tuan, maka bagaimana kami membacakan shalawat untuk Tuan? Nabi saw. membimbing mereka: Ucapkanlah Allahumma shalli ‘ala Muhammad … (ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau melimpahkan kesejahteraan kepada Ibrahim dan keluarganya).[6]

Hadis instruksi membacakan shalawat bukan hanya ditujukan kepada pribadi Nabi Muhammad saw., melainkan juga kepada para Rasul lain, khususnya Nabi Ibrahim as. sehingga umat mengenal istilah shalawat al-Ibrahimiah.

C. Penutup

Shalawat al-ma’tsur artinya bacaan shalawat yang memang dapat dibuktikan benar-benar merupakan bimbingfan Rasulullah saw. kepada umatnya. Penulis telah mendapatkan sejumlah delapan belas macam bacaan shalawat yang pernah diajarkan oleh Rasulullah saw. kepada umatnya, ada yang sederhana dan ada juga yang panjang. Semua itu diserahkan kepada umat untuk memilih contoh-contoh yang menjadi kemampuannya dalam bershalawat. Sekiranya sudah begitu lengkap dan sempurna bimbingan Rasulullah saw. dalam membacakan shalawat untuk beliau, kenapa umat Islam justru ada yang memilih beragam shalawat yang diproduk manusia biasa. Semoga wujud kecintaaan kita kepada Nabi saw. menjadikan kita lebih memilih bacaan shalawat yang al-ma’tsur daripada bacaan shalawat rekayasa umat.

 

 


[1] Al-Qamus, materi shalawa.

[2] Ibn Qayyim (nama lengkapnya adalah Muhammad ibn Abu Bakar Syamsuddin Abu Abdullah ibn Qayyim al-Jauziyah) dalam bukunya Jala’ al-Afham … Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 1972, p. 81.

[3] Qs. Al-Ahzab: 56.

[4] Hr. Ismail ibn Ishak al-Qadhi, Fadhl al-Shalat …, (Beirut: Al-Maktab al-Islami, 1977), p. 26. Nashiruddin: Sanad (mata rantai perawi) hadis ini shahih, semua perawinya adalah perawi kodifikasi shahih.

[5] QS. Al-Ahzab: 56.

[6] Hr. Ismail ibn Ishak al-Qadhi, Fadhl al-Shalat …, (Beirut: Al-Maktab al-Islami, 1977), p. 54. Sanad (mata ranai perawi) hadis: Husyaim dari Yazid ibn Abi Ziyad dari Abdurrahman ibn Abi Laila dari Ka’ab ibn Ajrah ra. Nashiruddin: Sanad hadis ini lemah, Yazid ibn Abi Ziyad al-Qurasyi al-Hasyimi al-Kufi dinilai lemah dalam aspek hafalannya.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: