SHALAT FARDHU DI ATAS KENDARAAN

November 1, 2012 pukul 8:52 pm | Ditulis dalam SMS | Tinggalkan komentar
Tag: , , ,

SHALAT FARDHU DI ATAS KENDARAAN

ZAINUDDIN MZ

Pro dan kontra dalam pelaksanaan shalat fardhu, apakah boleh dikerjakan di atas kendaraan atau tidak boleh sehingga melahirkan istilah hanya shalat li hurmatil waqti (shalat sunah untuk menghormati waktu). Berikut ini ditemukan hadits-hadits bahwa Nabi saw. dan para sahabat telah melaksanakan shalat Khauf (shalat dalam kondisi perang). Di antara mereka ada yang melaksanakannya dengan berjalan kaki dan di antara mereka ada juga yang melaksanakannya di atas kendaraan mereka. Dengan demikian semestinya tidak perlu diragukan bahwa shalat fardhu pun juga boleh dilaksanakan di atas kendaraan sebagaimana diperbolehkannya shalat sunah di atas kendaraan. Dengan demikian kesaksian sahabat bahwa saya hanya melihat Nabi shalat sunah di atas kendaraan dan tidak dalam shalat wajib, tidak bisa dimaknai “tidak boleh”, melainkan itulah sefaham dia dalam mendampingi Rasulullah saw. Penafian seperti juga muncul, misalnya pernyataan Aisyah: Saya tidak pernah melihat Rasulullah saw. buang hajat dengan berdiri. Itu bukan berarti “tidak boleh buang hajat dengan berdiri”.

 194 – ( أخبرني ): محمد بن إسماعيل عن ابن أبي ذِئْب عن عثمان بن عبد اللَّه ابن سُرَاقَة عن جابربن عبد اللّه: أن رسول اللّه صلى اللَّه عليه وسلم في غَزَوة بني أَنْمَارٍ كان يُصَلِّي عَلَى رَاحِلَتِهِ مُتَوَجِّهَاً قِبَلَ الْمَشْرِقِ

Dinarasikan Jabir ibn Abdullah ra.: Sesungguhnya Rasulullah saw. ketika dalam perang bani Anmar, beliau melaksanakan shalat (Khauf) di atas kendaraannya menghadap kea rah timur. Hr. Al-Syafii: 194.

79 – أخبرنا مالك بن أنس، عن نافع، أن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما كان إذا سئل عن صلاة الخوف قال: يتقدم الإمام وطائفة، ثم قص الحديث. وقال ابن عمر في الحديث: فإن كان خوفا أشد من ذلك صلوا رجالا وركبانا، مستقبلي القبلة وغير مستقبليها. قال مالك: قال نافع: لا أرى عبد الله بن عمر ذكر ذلك إلا عن رسول الله صلى الله عليه وسلم

Dinarasikan Nafi’: Apabila Abdullah ibn Umar ditanya tentang shalat Khauf, dia berkata: Imam dan sekelompok maju … Dalam riwayat lain: Apabila perang telah berkecamuk maka di antara umat ada yang shalat sambil berjalan dan di antara mereka ada yang berkendaraan, ada yang menghadap kea rah kiblat namun juga ada yang tidak menghadap kea rah kiblat. Malik berkomentar: Saya tidak meragukan sekiranya Abdullah ibn Umar memaparkannya secara al-marfu’ (dinisbatkan kepada Nabi). Hr. Al-Syafii: 79.

1088 – أخبرنا مالك، عن نافع، عن ابن عمر، أراه عن النبي صلى الله عليه وسلم، فذكر صلاة الخوف فقال: إن كان خوفا أشد من ذلك صلوا رجالا وركبانا مستقبلي القبلة وغير مستقبليها

Dinarasikan Nafi’ dari ibn Umar (menurut hemat saya dia dari Nabi saw), lalu dia menyebutkan shalat Khauf. Katanya: Apabila shalat telah berkecamuk, maka mereka shalat berjalan kaki dan berkendaraan, ada yang menghadap kea rah kiblat dan ada juga yang tidak menghadap kea rah kiblat. Hr. Al-Syafii: 1088.

80 – أخبرنا ابن أبي فديك، عن ابن أبي ذئب، عن الزهري، عن سالم، عن أبيه، ح وأخبرنا مالك، عن عبد الله بن دينار، عن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما أنه قال: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يصلي على راحلته في السفر حيثما توجهت به

Dinarasikan Jabir ibn Abdulllah ra.: Ketika Nabi saw. memimpin perang bani Anmar, beliau shalat di atas kendaraannya menghadap ke arah timur. Hr. Muslim: 1182

 

 

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: