BUKU : Hadits Musnad Safi’i

November 9, 2014 pukul 8:49 am | Ditulis dalam Buku | Tinggalkan komentar
Tag: , ,

Imam al-Syafii, nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Muhammad ibn Idris ibn Abbas ibn Utsman ibn Syafi’ ibn Saib ibn Ubaid ibn Abdi Yazid ibn Hasyim ibn Muthalib al-Qurasyi al- Syafii, lahir di negeri Syam pada tahun 150 H, dan wafat di negeri Mesir pada tahun 204H.

Ketika berusia tujuh tahun ia telah menghafal Al-Qur’an tiga puluh juz, dan pada usia sepuluh tahun ia telah menghafal kitab Muwattha’ karya gurunya sendiri (imam Malik). Pada lima tahun sesudahnya ia dipercayai sebagai mufti di masjid Makkah menggantikan gurunya Muhammad ibn Khalid al-Zanji.

Ia tergolong orang yang suka mengadakan lawatan mencari hadits ke berbagai Negara sebagaimana yang banyak dilakukan oleh para ulama hadits waktu itu. Semua itu menjadikan dirinya suka mengoreksi fatwa-fatwanya sendiri ketika ditemukan fatwah-fatwah tersebut berseberangan dengan hadits yang ia dapatkan dalam lawatannya, sehingga muncul istilah pendapat lama dan bendapat baru.

Sikap seperti inilah yang mengilhami lahirnya gerakan tajdid di berbagai wilayah, termasuk Indonesia. Sikap yang keras terhadap pendapat yang memberi otoritas akan dalam intervensi pemikiran hukum Islam dan corak fatwanya yang selalu mengedepankan sunnah itulah yang membuat ia mendapatkan predikat muhyi al-sunnah (penegak
sunnah).

Betapapun ia dikenal penemu dan peletak ushul fikih, namun hal itu dipergunakan dikala darurat, yakni belum ditemukannya teks yang spesifik. Kemungkinan seperti ini tidak
diragukan karena saat ulama mujtahid memformat hasil ijtihadnya, saat itu kodifikasi hadits belum tuntas karena banyaknya hadits yang dibawa oleh para sahabat, dan mereka disebar luaskan untuk dakwah Islamiyah khususnya pada waktu khalifah Umar ibn Khattab. Maka rihlah ilmiah Syafii ke negeri Mesir misalnya, membuat fatwa yang selama di Hijaz belum sinergi dengan hadits direfisi sendiri.

Hal ini yang menunjukkan kewara’an beliau, bahwa pendapat siapa pun yang tidak sejalan dengan sunnah Nabi semestinya harus dihindari. Sikap seperti
itu yang mewarisi karakter gurunya (imam Malik), dimana ia pernah mengatakan; Pendapat kami dan tingkah laku kami harus kalian tolak dan tolak, kecuali penyataan penghuni makam ini (sambil menunjuk makam Nabi saw.). Itulah wujud kecintaan kepada Rasul yang harus dikedapankan daripada kecintaan kepada siapa pun, termasuk kepada gurunya sendiri.

Setiap ia mendengar orang alim, ia mendatanginya dan berguru kepadanya. Kabilah Hudzail adalah sebuah perkampungan yang dihuni orang-orang pedalaman yang belum
banyak berinteraksi dengan komunitas luar, sehingga bahasa Arab yang digunakan sehari-hari masih murni, belum banyak menyerap atau terkontaminasi dengan bahasa lain. Ini merupakan sisi lain yang mengantarkan pelakunya lebih memahami bahasa Al-Qur’an dan hadits yang berkonotasi Quraisy. Kemampuan seperti inilah yang dapat mempertajam
pemahaman teks- teks hadits Nabawi.

Buku musnad karya Syafii ini menunjukkan bagaimana memilah kumpulan hadits dari berbagai fatwa yang berkembang pada waktu itu, sikap yang tidak seperti gurunya (imam Malik), yang dalam karyanya kadang mendatangkan hadits al-mauquf (yang dinisbatkan kepada para sahabat), bahkan hadits almaqthu’ (yang dinisbatkan kepada generasi tabiin dan seterusnya). Dengan demikian setiap hadits yang didatangkan oleh imam Syafii adalah al-muttashil (bersambung mata rantai Hadits Musnad Syafi’i-I 4 perawinya) dan al-marfu’ (yang dinisbatkan kepada Nabi), terlepas apakah di dalamnya ada yang berstatus shahih, hasan bahkan dhaif (lemah).

Pratinjau buku dapat di download DISINI

Jika ingin membeli bukunya, KLIK DISINI

Harga Buku  Jilid-I :  Rp 144.000,00 (2095,6 gr)

Harga Buku Jilid-II : Rp 137.700,00 (2003,9 gr)

020-Hadits Musnad Imam Syafii-II

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: