HADITS SHAHIH IBN KHUZAIMAH JILID I-VII

November 12, 2014 pukul 4:52 am | Ditulis dalam Buku | Tinggalkan komentar
Tag: , , ,

Nama asli ibn Khuzaimah adalah Abu Bakar Muhammad ibn Ishaq ibn Khuzaimah al-Naisaburi, (budak kemerdekaan) Mujasysyir ibn Muzahim. Lahir pada bulan Shafar 223 H, di Naisabur, yang akhirnya dikenal dengan nama Ibn Khuzaimah (berarti penisbatan anak kepada kakeknya, hal ini seperti Ahmad ibn Hanbal, dimana Hanbal bukan nama bapaknya, melainkan nama kakeknya).

Sejak muda ia sudah tekun mempelajari hadits. Dia mendengarkan hadits dari Ishaq ibn Rahawaih (w. 238 H) dan Muhammad ibn Hamid (w. 230). Namun dia tidak meriwayatkan hadits dari keduanya, karena dia menulis hadits dari mereka pada usia anak-anak, sebelum dia dapat memahami dan menelitinya. Ibn Khuzaimah berkata: Lalu saya menghapalkan Al-Qur’an. Namun bapak saya berkata lagi kepadaku: Tetaplah tinggal sampai anda dapat shalat dengan sekali khatam Al- Qur’an. Lalu saya melakukannya. Sudah menjadi kultur di kalangan ulama tempo dulu, seseorang diwajibkan mempelajari Al-Qur’an tersebih dahulu, sebelum dia menggeluti sunah Rasulullah saw. Qutaibah meningga dunia pada tahun 240 H. Pada saat inilah ibn Khuzaimah memulai perjalanan ilmunya, yaitu saat dia berusia tujuh belas tahun. Perjalannya cukup jauh sehingga masuk ke bagian barat wilayah Islam saat itu.

Abu Abdullah Hakim berkata: Keistimewaan ibn Khuzaimah terkumpul dalam banyak catatanku. Karangan-karangannya melebihi seratus empat puluh buku, tidak termasuk tentang tanya jawab. Buku-buku tentang tanya jawab yang dikarangnya ada seratus juz. Dia juga memiliki buku fikih hadits Barirah sebanyak tiga juz.

Dalam daftar karangan-karangan ibn Khuzaimah, tidak terdapat nama Shahih Ibn Khuzaimah. Ibn Khuzaimah sendiri tidak menyinggung buku ini dalam pembahasan tentang al- Tauhid, meskipun nilainya yang amat tinggi dibandingkan dengan buku-buku karangannya yang lain. Mengapa? Dalam kenyataannya, ibn Khuzaimah tidak pernah menyebut bukunya ini dengan nama “Shahih”, sebagaimana ibn Hibban juga tidak pernah menyebut bukunya dengan nama Shahih Ibn Hibban, bahkan Bukhari sendiri tidak pemah menamai bukunya dengan nama Shahih Bukhari. Yang disebut terakhir ini menamakan bukunya dengan nama Al-Jami’ Al-Musnad Al-Shahih Al- Mukhtashar min Umur Rasulillah saw. wa Sunanihi wa Ayyamihi. Sedang ibn Hibban menamai bukunya dengan nama Al-Musnad Al-Shahih ‘ala Al-Tagasim wa Al-Anwa’. Demikian pula, ibn Khuzaimah menamai bukunya dengan Mukhtashar Al- Mukhtashar min Al-Musnad Al-Shahih ‘an Al-Nabi saw. Namun belakangan buku-buku tersebut dikenal dengan nama Al-Shahih.

———-

Pratinjau buku dapat di download DISINI

Jika ingin membeli bukunya, KLIK DISINI

Harga Buku  ALL :  Rp 907.800,00 (13,21 Kg)

029-Hadits Shahih Ibn Khuzaimah- VII

 

 

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: