HADITS SUNAN DARIMI JILID I-V

November 12, 2014 pukul 5:45 am | Ditulis dalam Buku | Tinggalkan komentar
Tag: , , ,

Nama al-Darimi adalah Abu Muhammad Abdullah ibn Abdurrahman ibn al-Fadhal ibn Bahram ibn Abdus Shamad al- Samarqandi (nisbat kepada tempat kelahirannya) al-Tamimi (nisbat kepada suku Tamim) al-Darimi (nisbat kepadan Darim ibn Malik tokoh suku Tamim), dan dengan nama inilah dia dikenal ulama hadits.

Rihlahnya mencarii lmu. Rihlah dalam rangka menuntut ilmu merupakan bagian yang sangat mencolok dan sifat yang paling menonjol dari tabiat para ahli hadits, karena terpencarnya para pengusung sunah dan atsar di berbagai belahan negeri Islam yang sangat luas. Maka Imam al-Darimi tidak ketinggalan dengan meniti jalan pakar disiplin ilmu ini. Di antara negeri yang pernah disinggahi al-Darimi adalah; Khurasan, Irak, Bagdad, Kufah, Wasith, Basrah, Syam, Damasqus, Himsah, Shur, Jazirah, Hijaz, Makkah dan Madinah.

Penamaan karya al-Darimi sebagaimana yang dituturkan oleh al-hafidz ibn Hajar dalam bukunya al-Taqrib, bahwa al- Darimi adalah penyusun al-musnad, berdampak sebagian ulama menamakannya Musnad al-Darimi. Namun yang masyhur adalah Sunan al-Darimi.

Al-Musnad didefinisikan al-muttashil al-marfu’, artinya hadits yang mata rantai perawinya bersambung dari kodifikator sampai kepada Rasulullah saw. Memang kebanyakan hadits yang ada dalam karya al-Darimi seperti itu, namun juga banyak yang ternyata terputus, ada yang al-musal (gugur perawi sahabatnya, al-maqthu’ (terputus sanadnya), bahkan al-mu’dhal (terputus dua perawi atau lebih secaraberurutan). Dalam kenyataannya karya al-Darimi tidak semuanya al-marfu’ (dinisbatkan kepadaNabi), justru banyak yang al-mauquf (dinisbatkan kepada sahabat). Dengan analisa demikian maka tidak tepat karya al- Darimi dikategorikan al-masanid (Musnad al-Darimi). Yang tebih tepat disebut tipologi al-sunan (Sunan al-Darimi), karena sistematika buku ini disusun sebagaimana urutan fikih layaknya kitab-kitab sunan lainnya, dan derajatnya pun berfariasi, ada yang shahih, hasan, dhaif, bahkan dhaif jiddan. Verifikatornya tidak menyebutkan “hadits palsu”, walaupun dalam sanad hadits terdapat perawi yang berpredikat “munkar al-hadits”, “tarakuhu”, dan sejenisnya.

Sistematikan yang digunakan sebagaimana paparan di atas adalah sesuai dengan urutan kajian fikih, baik aspek ibadat
maupun mu’amalat sebagaimana berikut ini:

  • Muqaddimah,
  • Thaharah,
  • Shalat,
  • Zakat,
  • Puasa,
  • Manasik haji,
  • Qurban,
  • Perburuan,
  • Makanan,
  • Minuman,
  • Ta’bir Mimpi,
  • Nikah,
  • Talak,
  • Sanksi Hukuman,
  • Nadzar dan Sumpah,
  • Denda,
  • Jihad,
  • Ekspedisi,
  • Jual Beli,
  • Perizinan,
  • Kelembutan Hati,
  • Faraid,
  • Wasiyat,
  • dan Keutamaan Al-Qur’an.

Jumlah haditsnya menurut verifikatornya sebanyak 3567 buah. Hal ini berbeda dengan penomornya versi lain yang berjumlah 3503 buah. Perbedaan penomoran ini disebabkan adanya perbedaan cara menghitung sebuah hadits yang memiliki beberapa sanad, ada yang tetap berpedoman pada jumlah teks haditsnya, namun ada juga yang berpedoman pada jumlah sanadnya.

Pratinjau buku dapat di download DISINI

Jika ingin membeli bukunya, KLIK DISINI

Harga Buku  ALL : Rp 648.900,00 (9,5 kg)

041-Hadits Sunan Darimi- V

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: