HADITS SUNAN NASAI JILID I – IX

November 12, 2014 pukul 6:05 am | Ditulis dalam Buku | 4 Komentar
Tag: , , , , , , ,

Nama lengkap imam al-Nasa’i adalah Abu Abdurrahman Ahmad ibn Ali ibn Syuaib ibn Ali ibn Sinan ibn Bahr al-Khurasani al-Qadi, terkenal dengan nama al-Nasai, karena dinisbatkan dengan tempat kelahirannya, yakni kota Nasa’ salah satu wilayah di negara Khurasan.

Belum genap berusia 15 tahun, al-Nasa’i sudah melakukan pengembaraan ke berbagai wilayah Islam, seperti Mesir, Hijaz, Irak, Syam, Khurasan, dan lain sebagainya. Sebenarnya, lawatan intelektual yang demikian, bahkan dilakukan pada usia dini, bukan merupakan hal yang aneh di kalangan para ulama hadits. Kemampuan intelektual imam al-Nasa’i menjadi kian matang dan berisi dalam masa pengembaraannya. Namun demikian, awal proses pembelajarannya di daerah Nasa’ tidak bisa dikesampingkan begitu saja, karena justru di daerah inilah, dia mengalami proses pembentukan intelektual. Sementara masa pengembaraannya dinilai sebagai proses pematangan dan perluasan pengetahuan.

Karya imam al-Nasa’i paling monumental adalah Sunan Al-Nasa’i. Sebenarnya, bila ditelusuri secara seksama, terlihat bahwa penamaan karya monumental beliau sehingga menjadi Sunan Al-Nasa’i sebagaimana yang kita kenal sekarang, melalui proses panjang, dari Al-Sunan Al-Kubra, Al-Sunan Al-Sughra, Al- Mujtaba, dan terakhir terkenal dengan sebutan Sunan Al-Nasa’i.

Imam al-Nasa’i merupakan figur yang cermat dan teliti dalam meneliti dan menyeleksi para periwayat hadits. Dia juga telah menetapkan syarat-syarat tertentu dalam proses penyeleksian hadits-hadits yang diterimanya. Abu Ali al-Naisaburi pernah mengatakan: Orang yang meriwayatkan hadits kepada kami adalah seorang imam hadits yang telah diakui oleh para ulama, dia bernama Abu Abdurrahman al-Nasa’i.

Lebih jauh lagi imam al-Naisaburi mengatakan: Syarat-syarat yang ditetapkan al-Nasa’i dalam menilai para periwayat hadits lebih ketat dan keras ketimbang syarat-syarat yang digunakan Muslim ibn Hajjaj. Ini merupakan komentar subyektif imam al-Naisaburi terhadap pribadi al-Nasa’i yang berbeda dengan komentar ulama pada umumnya. Ulama pada umumnya lebih mengunggulkan keketatan penilaian imam Muslim ibn Hajjaj ketimbang al-Nasa’i. Bahkan komentar mayoritas ulama ini pula yang memposisikan imam Muslim sebagai pakar hadits nomer dua, sesudah al-Bukhari.

Pratinjau buku dapat di download DISINI

Jika ingin membeli bukunya, KLIK DISINI

Harga Buku  ALL : Rp 1.171.800,00 (17,05 Kg)

 

4 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. ngapunten ustad… sampun kami dapat kan email ustad…
    ngapunten

  2. sudah lama tidak menulis ustadz

    • karena kesibukan dan lain-lain…mohon maaf saya offline dulu


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: