Salam penulis

TURATS NABAWI CENTER

Pusat Informasi dan Studi Hadis
Sekretariat: Jl. Pang.Hidayat No:5b Pucanganom Sidoarjo Jawa Timur Indonesia
Bloq : konsorsiumhadis.wordpress.com
Email : zainhadis@gmail.com

==============================================================

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kemajuan teknologi layak dijadikan media dakwah Islamiah, lewat BLOG Bapak/Ibu/Saudara dapat menikmati kajian hadits tanpa batas. Insya Allah setiap Jum’at panjenengan dapat mengakses BLOG kami sebagai sarapan pagi di hari yang dimuliakan Allah dan Rasul-Nya.
Untuk tahap awal kami sajikan hadits-hadits masyhur, yang kadangkala statusnya shahih, atau hasan, atau dhaif (lemah), atau bahkan maudhu’ (palsu), sehingga kita dapat memilah, mana tuntunan yang layak diamalkan dan mana pula yang seyogyanya ditinggalkan agar amalan kita lebih dekat dengan tuntunan Rasulullah saw. sehingga kita dapat meraih ridha Allah swt.
Setidaknya ada lima paparan terkait dengan kajian teks “>hadits Nabi yang dipaparkan di BLOG ini. Pertama, paparan teks hadits. Kedua, paparan terjemahan teks tersebut. Ketiga, paparan status hadits, apakah shahih, hasan, dhaif atau palsu. Keempat, paparan penjelasan singkat atau syarah hadits. Dan kelima, paparan referensi yang dapat dirujuk untuk memperdalam kajian hadits tersebut.
Sebagai contoh: Hadis: 0001 Pengobatan Dengan Cara Pembakaran Akhir al-tibbi al-kayyu: Klimak dengan “>pengobatan dengan cara pembakaran. (hadis palsu). Memang ada hadis yang membolehkan pengobatan dengan cara pembakaran dan cara seperti itu sudah banyak dilakukan oleh masyarakat jahiliah dan terus berlaku pada masa Rasulullah saw. Kebolehan pengobatan dengan cara pembakaran itu didasari hadis yang dinarasikan Aisyah, Nabi saw. bersabda: Kedudukan pengobatan dengan cara pembakaran adalah sama halnya dengan pengobatan dengan cara kain yang dibasahi air panas kemudian ditempelkan pada anggota badan. Hr. Ahmad: 25410.
Namun ada pula larangan pengobatan cara “>pengobatan “>dengan cara pembakaran, sebagaimana hadis yang dinarasikan Uqbah ibn Amir, Nabi saw. bersabda: Saya melarang pengobatan dengan cara pembakaran dan saya tidak menyukainya. Hr. Ahmad: 17353. Dengan demikian harus dilihat dalam kasus (penyakit) apa pengobatan dengan cara pembakaran diizinkan oleh Rasulullah saw, dan dalam kasus apa yang dilarang cara pengobatan dengan cara tersebut. Maka pemutlakan cara pembakaran sebagaimana yang termaktub dalam teks hadis di atas jelas menunjukkan kepalsuan hadis, karena adanya suatu penyakit yang apabila dilakukan dengan cara pembakaran justru akan berdampak negatif terhadap pasien. Lebih lanjut periksa referensi berikut ini: Maqasid:5. Asrar: 75. Maudhu’at Sughra: 24. Tamyiz: 4. Kasyf: 1/15.
Sekiranya Bapak/Ibu/Saudara berkenan bergabung dengan kami, silakan mengunjungi BLOG kami: konsorsiumhadis.wordpress.com Harapan kami kiranya Bapak/Ibu/Saudara berkenan ikut menyebarluaskan informasi ini kepada teman-teman sehingga syi’ar ini lebih banyak respon dari mereka. Kritikan dan saran selalu kami nantikan untuk maraknya kajian hadits di atas bumi ini.
Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh,

Direktur,
ttd.

Dr. H. Zainuddin MZ, Lc. MA.

 

 

———————————————————————————————————————————————-

INFO BUKU PENERBIT TURATS NABAWI silahkan KLIK DISINI

TrackBack URI

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: